Breaking News:

Aminullah Usman, Wali Kota, Mantan Bankir dan Ikan Asin

Karena ekonomi keluarga ketika itu yang pas-pasan, Aminullah harus menyiasati uang jajan kirimannya. Salah satu caranya adalah membuat ikan asin

Penulis: Yocerizal | Editor: Yocerizal
Serambinews.com
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, membeli ikan asin di Lhokseudu, Aceh Besar. 

Ikan asin yang dia beli itu tidak hanya berasal dari satu lapak, tetapi hampir di semua lapak yang berada dalam satu jejeran.

Ia tidak ingin membuat pedagang lainnya merasa sedih.

Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, membeli ikan asin di Lhokseudu, Aceh Besar.
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, membeli ikan asin di Lhokseudu, Aceh Besar. (Serambinews.com)

Pada setiap lapak, Aminullah langsung menunjuk ikan asin yang dia inginkan. Dia terlihat sangat paham tentang ikan asin, mana yang enak dan mana yang tidak.

Aminullah bahkan bisa membedakan, mana produk asli Lhokseudu dan mana yang buatan Medan.

"Lingkungan saya kecil dulu memang akrab dengan ikan asin," ujar Wali Kota Banda Aceh ini.

Aminullah kemudian menceritakan bahwa keakrabannya dengan ikan asin dimulai saat dia tinggal di asrama di Kecamatan Teunom, Aceh Barat.

Karena ekonomi keluarga ketika itu yang pas-pasan, Aminullah harus menyiasati uang jajan kirimannya. Salah satu caranya adalah dengan membuat ikan asin sendiri.

Biasanya dia membuat ikan asin dari ikan meuneng yang tidak dipakai oleh nelayan. 

Baca juga: OKI Puji Keputusan Arab Saudi, Ibadah Haji Tetap Digelar Tahun Ini

Baca juga: Pria Bersenjata Serang Sekolah Menengah di Kazan, Delapan Siswa dan Satu Guru Tewas

Baca juga: Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang, Hampir Semua Kabupaten Berstatus Zona Oranye

Ikan itu dikumpulkan oleh abang sepupunya yang juga tinggal satu asrama dengan dirinya.

"Abang sepupu yang mengumpulkan, saya yang buat ikan asinnya," ujar Aminullah mengenang.

Tidak hanya paham membuat ikan asin, Aminullah bahkan punya resep masakan tersendiri. 

Resepnya menggunakan dua bahan sederhana, yaitu cabe rawit dan bawang merah.

"Ikan asin digoreng kering, kemudian cabe rawit potong dua, dan bawang meras diiris, lalu digoreng sampe kering," jelas Aminullah.

"Lalu campur ikan asin itu dengan cabe dan bawang yang digoreng. Bereutoh mangat (luar biasa enaknya)" ungkapnya sambil tertawa.

Baca juga: Seruan Lockdown Nasional di India Terus Bergema, PM Narendra Modi Terus Mendapat Tekanan

Baca juga: Video Kreator TikTok Asal Aceh Ini Bikin Netizen Tertawa karena Lapor Kecelakaan dengan Bahasa Kocak

Baca juga: Pesta Ulang Tahun di Colorado Berubah Jadi Tragedi, Seorang Pria Tembak Enam Orang Bersama Pacarnya

Tak terasa, sudah semua ikan asin yang dia inginkan sudah terkumpul. Aminullah kemudian membayar ikan asin itu pada setiap lapak.

Aminullah tak menyebut berapa total uang yang dia habiskan untuk membeli ikan asin itu. Tetapi perkiraan ada sekitar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta.

Ikan asin itu dikumpulkan di mobil double cabin yang khusus untuk membawa ikan asin.

Mobil kemudian bergerak pulang ke Banda Aceh, ke rumah pribadinya di Lampaseh. Meninggalkan Lhokseudu dan ceritanya tentang ikan asin.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved