Breaking News:

Kisah Tragis Kahar Muzakkar, Tewas Ditembak Tentara Indonesia Tepat di Hari Raya Idul Fitri 1965

Selain itu, kelompok pemberontak tersebut juga bermunculan di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Sel

Via Intisari
Kahar Muzakkar, pemimpin pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan yang ditembak mati pada 3 Februari 1965 bertepatan Hari Raya Idul Fitri. 

SERAMBINEWS.COM - Sejak kemerdekaan baru sebentar diraih, Indonesia telah dihadapkan pada berbagai pemberontakan.

Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia atau DI/TII, merupakan salah satu yang paling terkenal.

DI/TII juga cukup lama menjadi ancaman disintegrasi bangsa karena setidaknya berlangsung dari tahun 1949 hingga 1962.

Selain itu, kelompok pemberontak tersebut juga bermunculan di berbagai daerah di Indonesia, di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Latar belakang pemberontakan DI/TII juga beragam di masing-masing daerah.

Berawal dari kelompok pimpinan Kartosuwiryo di Jawa Barat yang merasa tidak puas dengan kemerdekaan Republik Indonesia dan ingin membentuk Negara Islam di Indonesia.

Sementara di Sulawesi Selatan, DI/TII dipimpin oleh tokoh bernama Kahar Muzakkar, yang kecewa karena banyak anggota Kesatuan Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) yang tidak diterima menjadi Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).

Memulai pemberontakannya pada tahun 1952, Kahar Muzakkar kemudian tewas ditembak mati tentara Indonesia pada tahun 1965 bertepatan dengan Hari Raya Idul Fitri.

Awalnya, Kahar Muzakkar meminta agar seluruh personel KGSS menjadi bagian dari APRIS. Namun, hal itu ditolak dengan alasan pemerintah hanya menerima anggota APRIS yang memenuhi persyaratan saja.

Pemerintah mengambil kebijaksanaan menyalurkan bekas gerilyawan itu ke Corps Tjadangan Nasional (CTN).

Halaman
1234
Editor: Faisal Zamzami
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved