Breaking News:

Perbanyak Muhasabah di Bulan Ramadhan

Pimpinan Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyah, Pango, Tgk H Syukri Daud Pango mengatakan

Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM
Tgk H Syukri Daud Pango mengisi program Serambi Spritual dengan tema "Muhasabah Akhir Ramadhan", Selasa (11/5/2021). 

BANDA ACEH - Pimpinan Dayah Raudhatul Hikmah Al-Waliyah, Pango, Tgk H Syukri Daud Pango mengatakan, tidak ada satu manusia pun yang apakah ibadahnya diterima Allah SWT. Karenanya perlu melakukan muhasabah diri, melakukan perenungan, sehingga bisa memahami bahwa ibadah yang dikerjakan membutuhkan kefokusan yang baik. 

Hal itu disampaikannya saat mengisi tausyiah di radio Serambi FM, Selasa (11/5/2021), dalam program Serambi Spritual. Acara itu hasil kerja sama Serambi FM dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI), yang dipancarkan melalui saluran radio 90,20 Mhz, dan live streaming di Fanspage Serambinews.com, serta Instagram Serambi FM.

Tgk Syukri Daud mengatakan, di bulan Ramadhan seperti sekarang ini sebaiknya setiap muslim memperbanyak muhasabah. Sehingga, puasa menjadi lebih bermakna dan dapat dipahami dengan baik, ibadah puasa bukan semata hanya menahan makan dan minum. 

“Muhasabah sangat dianjurkan untuk dilakukan, sebagaimana ayat-ayat Alquran yang membahas mengenai persoalan taubat manusia. Pertaubatan manusia tersebut termasuk dalam muhasabah diri,” katanya. 

Apalagi, tambah Tgk Syukri Daud Pango, muhasabah yang dilakukan pada bulan Ramadhan, seperti usai berbuka puasa. Seperti merenungi yang dikerjakan seharian selama berpuasa. "Muhasabah sangat dianjurkan dalam beragama. Muhasabah terhadap semua amal yang telah dikerjakan, bukan yang belum dikerjakan," terangnya. 

"Termasuk ayat taubat mengarah kepada muhasabah, meninjau perbuatan yang lalu berupa penyimpangan, timbanglah dirimu sendiri sebelum dihisap di akhirat," Tgk Syukri Daud.

Melakukan muhasabah bukan hanya dilakukan pada bulan Ramadhan. Karena sangat dianjurkan seorang muslim bermuhasabah diri, sehingga muncul perasaan cemas untuk kembali melakukan kesalahan yang sama. 

"Kewajiban muhasabah bukan hanya pada bulan Ramadhan, setiap hari setiap bulan setiap waktu, muhasabah semakin banyak semakin bagus bukan hanya khusus pada bulan Ramadhan," terangnya. 

Dengan bermuhasabah, timbul dalam hati kesadaran selama beribadah, apakah ibadahnya dilakukan dengan sebaik-baiknya ataukah hanya dilakukan hanya sebagai menjalani perintah, 

Ibadah yang baik dilakukan dengan sepenuh hati dan membekas, sampai seseorang bisa paham makna dari ibadah yang dikerjakan. "Muhasabah untuk melihat hasil ibadah. Ketika merasa selalu dipantau Allah SWT, maka mudah melakukan muhasabah dan sulit melakukan hal yang terlarang," ucapnya. 

Memperbanyak mengingat Allah SWT dengan cara berzikir dan ibadah lainnya juga merupakan bentuk ketaatan dan mempermudah melakukan muhasabah.(sa)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved