Breaking News:

Video

VIDEO Mahasiwa Asing Tujuh Negara Bukber di Rumoh Aceh Tibang, Diangkat Jadi Duta Aceh Luar Negeri

Mahasiswa asing berasal dari tujuh negara melakukan dialog dan buka puasa bersama di Rumoh Aceh Tibang Banda Aceh, Minggu (9/5/2021).

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Mahasiswa asing berasal dari tujuh negara melakukan dialog dan buka puasa bersama di Rumoh Aceh Tibang Banda Aceh, Minggu (9/5/2021).

Para mahasiswa dan pelajar ini berasal dari Palestina, Thailand, Philipina, Tajikistan, Zambia, Senegal dan Mali.

Mereka yang berhadir yakni perantau yang sedang menimba ilmu di Banda Aceh dan sekitarnya.

Mereka mengikuti pendidikan di UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Serambi Mekkah dan MTs Dayah Oemar Diyan Indrapuri Aceh Besar.

Sebagaimana siaran pers yang diterima Serambi on TV dari pengurus Kosgoro Aceh Hasan Basri M Nur, Minggu (9/5/2021), pengurus Kosgoro 1957 Aceh berinisiatif menggelar pertemuan, dialog dan pembagian paket lebaran kepada puluhan mahasiswa dan pelajar dari 7 negara yang sedang menimba ilmu di Banda Aceh dan sekitarnya di Café Hutan Kota, Tibang, Banda Aceh.

Mereka berada di Aceh untuk mengikuti pendidikan di UIN Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (USK), Universitas Serambi Mekkah dan MTs Dayah Oemar Diyan Indrapuri Aceh Besar.

Bakarim, presiden mahasiswa asal Zambia, mengaku gembira mendapat undangan dialog dan pembagian paket lebaran dari Kosgoro Aceh. Mahasiswa asal Zambia berjumlah 16 orang di Aceh dan semua mereka belajar di USK.

Bakarim mengatakan, ini adalah kali pertama dirinya dan kawan-kawan asal Zambia diundang dalam forum silaturahmi dan dialog dengan ormas setempat. Dia berharap kegiatan serupa agar digelar lagi pada tahun depan.

Samar, mahasiswi cantik asal Gaza, Palestina, mengatakan, Aceh sangat indah dan nyaman untuk ditempati. “Masyarakat Aceh sangat baik dan ramah-ramah, tidak sombong,” kata Samar dibenarkan kawan senegeranya, Noor.

Sementara utusan Senegal mengatakan, citra Aceh di luar sangat berbeda dibanding ketika dia tiba di Aceh. Sebelum diri datang ke Aceh seakan-akan Syariat Islam di Aceh itu, berbicara dengan perempuan saja tidak boleh, langsung dicambuk.

Halaman
12
Penulis: Syamsul Azman
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved