Breaking News:

Konflik di Papua

Penyelesaian Konflik Papua Makin Rumit, Potensi Pelanggaran HAM Makin Tinggi

Saat TPNPB-OPM ditetapkan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah, Amnesty Internasional langsung bereaksi keras dengan mengecam pelabelan tersebut

Editor: Taufik Hidayat
Foto Jerry Omona/Metromerauke
Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM) 

Selain kaya akan kebudayaan, Papua juga mempunyai sumber daya alam yang berlimpah mulai dari gas, minyak, emas, perak, hasil-hasil laut dan tembaga.

Namun sayangnya, kekayaan alam yang melimpah dengan corak budaya yang beragam belum menjadikan Papua sebagai provinsi yang makmur akibat sejarah konflik yang panjang selalu mewarnai pulau yang berada paling timur Indonesia ini.

Maka dengan latar tersebut, Chairul, sebagai aktivis HAM, menyayangkan keputusan pemerintah memberi status teroris kepada kelompok separatis di Papua.

Karena dengan status ini, sambung dia, pemerintah bisa mengerahkan lebih banyak tentara dan polisi ke kawasan tersebut dan bertindak keras dengan alasan membasmi terorisme, yang pada gilirannya bisa melanggar HAM.

Senada dengan Komnas HAM, Koordinator Kontras Papua Sam Awom juga menilai pelabelan tersebut hanya akan meningkatkan eskalasi kekerasan.

"Pemerintah lalai mendengar masukan dari lembaga-lembaga HAM yang menyerukan dialog dan perdamaian," kata Sam Awom.

Pelabelan teroris justru akan menjadi serangan balik buat Indonesia karena membuka peluang intervensi dunia internasional pada persoalan ini, tambah dia.

Sebelumnya Indonesia hanya memberi label teroris pada kelompok-kelompok Islam, seperti JI, JAD, MIT dan JAT.

Tapi kali ini, pemerintah untuk pertama kalinya melabeli organisasi bersenjata yang berideologi non-Islam dengan harapan bisa lebih efektif membasmi kelompok tersebut karena dipayungi UU Anti-teror.

Dengan pelabelan teroris pada TPNPB-OPM, Indonesia tidak hanya menurunkan tentara untuk berperang melawan kelompok separatis tersebut tetapi juga polisi anti-teror, Detasemen Khusus (Densus) 88.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved