Breaking News:

Serangan Israel Makin Brutal, 10.000 Warga Palestina Tinggalkan Rumah di Gaza

Mereka menyebutkan, rumah sakit dan akses ke layanan air dan sanitasi bergantung pada listrik, bahan bakarnya akan habis pada hari Minggu esok.

Editor: Amirullah
AFP/Mahmud Hams
Tim penyelamat dan orang-orang berkumpul di depan puing-puing menara Al-Sharouk yang runtuh setelah terkena serangan udara Israel, di Kota Gaza, Rabu (12/5/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) hari Jumat (14/5/2021), memperkirakan sekitar 10.000 warga Palestina harus meninggalkan rumah di Gaza menyusul meningkatnya serangan Israel atas warga sipil di sana.

"Mereka berlindung di sekolah, masjid, dan tempat lain selama pandemi COVID-19 global dengan akses terbatas ke air, makanan, kebersihan, dan layanan kesehatan," sebuta Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB dalam sebuah pernyataan resminya yang dikutip oleh Anadolu Agency.

Mereka menyebutkan, rumah sakit dan akses ke layanan air dan sanitasi bergantung pada listrik, bahan bakarnya akan habis pada hari Minggu esok.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB juga mengatakan otoritas Israel dan kelompok-kelompok Palestina harus segera mengizinkan PBB dan mitra kemanusiaannya untuk membawa bahan bakar, makanan, dan persediaan medis dan untuk mengerahkan personel kemanusiaan.

"Semua pihak harus selalu mematuhi hukum kemanusiaan dan hak asasi manusia internasional," tambahnya.

Baca juga: Jet Tempur Israel Terus Lakukan Serangan, 4 Kantor Bank di Gaza Hancur

()

Enam anak-anak Palestina tewas oleh serangan brutal jet tempur Israel di Kamp Al-Shati di Gaza.

Kantor itu mengulangi seruan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk segera melakukan de-eskalasi di Gaza dan Israel.

Setidaknya 122 warga Palestina, termasuk 31 anak-anak dan 20 wanita, telah tewas, dan 900 lainnya terluka dalam serangan Israel yang sedang berlangsung terhadap Gaza.

Israel terus menargetkan Gaza sebagai sasaran aksi pengeboman jet-jet tempurnya yang menyebabkan kerusakan berat pada bangunan tempat tinggal di seluruh daerah kantong di Gaza.

Sampai saat ini, sembilan orang Israel juga tewas dalam kekerasan baru-baru ini - delapan dari mereka dalam serangan roket selain seorang tentara yang tewas ketika sebuah peluru kendali anti-tank menghantam jip mereka.

Baca juga: Bayi di Tangerang Kejang-kejang Usai Minum Obat dari Pukesmas, Ternyata Obat Sudah Kedaluwarsa

Baca juga: Positif Covid-19, Fatin Shidqia Lubis Rayakan Lebaran Pertama di Wisma Atlet Dibantu Alat Pernapasan

()
Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved