Breaking News:

Kemacetan

Simpang Lamlo Kerap jadi Titik Kemacetan di Pidie

Untuk itu, lonjakan kendaraan dari tiga arah itu akan terjebak dalam kemacetan. Jika petugas tidak turun tangan untuk mengurai kemacetan, maka berpote

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/MUHAMMAD NAZAR
Kendaraan terjebak dalam kemacetan di ruas jalan Simpang Lalmlo, Pidie, Minggu (16/5/2021). 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Simpang Lamlo di ruas jalan nasional atau dekat Masjid Baitul A'la Al-Mujahidin Beureunuen atau Masjid Abu Beureueh kerap menjadi titik kemacetan.

Kemacetan kendaraan biasanya terjadi pada sore hari.

Pantauan Serambinews.com, Minggu (16/5/2021), terlebih di hari Lebaran kemacetan kendaraan sangat kentara terlihat.

Baik kendaraan dari arah Pidie Jaya maupun dari Banda Aceh.

Kemacetan di perparah dengan sejumlah mobil warga yang pulang dari objek wisata di Kecamatan Keumala dan Tangse.

Sebab, dalam merayakan lebaran Idul Fitri, warga di Pidie lebih memanfaatkan dan memboyong keluarganya ke objek wisata.

Untuk itu, lonjakan kendaraan dari tiga arah itu akan terjebak dalam kemacetan. Jika petugas tidak turun tangan untuk mengurai kemacetan, maka berpotensi rawan lakalantas.

Pemudik dari Banda Aceh dan Pidie Jaya, sedianya memperlambat kendaraan saat tiba di Simpang Lamlo, dekat Masjid Abu Beureueh itu, guna menghindari insiden.

Usman (47) seorang pedagang kepada Serambinews.com, Minggu (16/5/2021) mengatakan, memang setiap hari raya, ruas jalan nasional Simpang Lalo dipenuhi kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat.

Kendaraan dari arah Medan (Sumatera Utara) dan Banda Aceh. Juga kendaraan dari Tangse dan Geumpang.

"Sejauh ini belum adanya kecelakaan, mudah-mudahan tidak terjadi insiden apa pun di saat kita merayakan hari raya," jelasnya.

Nurdin (52) pedagang lainnya kepada Serambinews.com, menyebutkan, pemerintah seharusnya memasang kembali lampu lalulintas, agar pengguna jalan tetap berhati-hati saat tiba di Simpang Lamlo.

Konon lagi, jelas Nurdin, kendaaraan meningkat pada lembaran ini. Pengguna jalan sejatinya tidak saling mendahului dan harus bersabar.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved