Sabtu, 18 April 2026

Internasional

Warga Uni Eropa dan AS Dukung Perjuangan Palestina, Bebaskan Palestina

uluhan ribu warga di kota-kota besar Amerika Serika dan Eropa, seperti London, Berlin, Madrid dan Paris menggelar demonstrasi untuk mendukung perjuang

Editor: M Nur Pakar
AFP/Tasos Katopodis / Getty Images
Para demonstran dan aktivis berkumpul di dekat Monumen Washington di ibu kota AS untuk menyuarakan kemarahan mereka atas aksi militer Israel di Gaza yang telah menewaskan banyak warga sipil. 

SERAMBINEWS.COM LONDON - Puluhan ribu warga di kota-kota besar Amerika Serika dan Eropa, seperti London, Berlin, Madrid dan Paris menggelar demonstrasi untuk mendukung perjuangan rakyat Palestina.

Saat itu, pasukan Israel terus meningkatkan pemboman di Jalur Gaza, Palestina, Minggu (16/5/2021)

Di London, beberapa ribu pengunjuk rasa membawa plakat bertuliskan "Hentikan Pengeboman Gaza" dan nyanyian "Bebaskan Palestina."

Mereka berkumpul di Marble Arch, dekat Taman Hyde, ibu kota Inggris, untuk berbaris menuju kedutaan Israel, seperti dilansir AFP.

Kerumunan orang juga berkumpul di sepanjang Kensington High Street tempat kedutaan Palestina berada.

"Kali ini berbeda," kata Duta Besar Palestina Husam Zomlot kepada para demonstran.

“Kali ini kami tidak akan disangkal lagi. Kami bersatu. Kami sudah muak dengan penindasan." katanya.

Baca juga: MPU Aceh Serukan Masyarakat Shalat Gaib untuk Warga Palestina yang Syahid

Simon Makepace, seorang akuntan berusia 61 tahun mengatakan kepada AFP bergabung dengan protes karena seluruh dunia harus melakukan sesuatu, termasuk negara ini.

Di kota-kota di seluruh Amerika Utara, puluhan ribu demonstran pro-Palestina juga menyerukan diakhirinya serangan Israel di Jalur Gaza.

Protes tersebut diadakan pada peringatan Hari Nakba, atau "malapetaka", yang menyebabkan ratusan ribu orang Palestina mengungsi selama penciptaan Israel pada tahun 1947-1948.

Pertemuan untuk menunjukkan solidaritas dengan warga Palestina pada peringatan Hari Nakba, berlangsung di kota-kota termasuk New York, Boston, Washington, Montreal dan Dearborn, Michigan.

Beberapa orang Yahudi hadir, membawa plakat bertuliskan "Bukan atas nama saya" dan "Solidaritas dengan Palestina" saat pengunjuk rasa mengambil alih sebuah jalan di daerah yang memiliki populasi Arab yang besar itu.

"Saya di sini karena saya ingin kehidupan Palestina setara dengan kehidupan Israel dan hari ini tidak," kata Emraan Khan (35) seorang ahli strategi perusahaan dari Manhattan, sambil melambaikan bendera Palestina.

"Ketika Anda memiliki negara bersenjata nuklir dan negara bagian lain dengan penduduk desa yang berbatu-batu, jelas siapa yang harus disalahkan," tambahnya.

Alison Zambrano, seorang siswa berusia 20 tahun, melakukan perjalanan dari negara tetangga Connecticut untuk demo.

"Warga Palestina memiliki hak untuk hidup bebas dan anak-anak di Gaza tidak boleh dibunuh," katanya kepada AFP.

Baca juga: Kecam Aksi Zionis Israel terhadap Warga Palestina, DPRA: Israel adalah Teroris

Mashhour Ahmad, seorang Palestina berusia 73 tahun yang telah tinggal di New York selama 50 tahun, mengatakan "jangan salahkan korban atas agresi tersebut."

“Saya memberi tahu Tuan Biden dan kabinetnya untuk berhenti mendukung pembunuhan, tetapi dukung para korban, hentikan penindasan," harapnya

"Kekerasan yang dilakukan oleh tentara Israel baru-baru ini adalah genosida," tambahnya.

Dia mengangkat poster di atas kepalanya yang bertuliskan "Bebaskan Palestina, Akhiri pendudukan."

Presiden Joe Biden berbicara secara terpisah dengan rekan-rekannya dari Israel dan Palestina, mengungkapkan "keprihatinan yang besar" atas kekerasan selama enam hari yang telah menewaskan banyak orang atau terluka.

Dia menyatakan "komitmen kuat Washington untuk solusi dua negara yang dinegosiasikan sebagai jalan terbaik untuk mencapai resolusi yang adil dan abadi dari konflik Israel-Palestina," kata Gedung Putih.

Kerumunan orang berkumpul di Copley Square di Boston, sementara beberapa ratus orang berkumpul di halaman Monumen Washington di ibu kota Amerika Serikat.

Baca juga: David Ben Gurion, Sosok Pendiri Negara Israel yang Menyerukan Orang Yahudi Bermigrasi ke Palestina

Beberapa ribu orang berdemonstrasi di Montreal, Kanada, menyerukan "pembebasan Palestina".

Para pengunjuk rasa juga mengecam kejahatan perang yang dilakukan oleh Israel di Gaza dan membawa plakat yang menuduh Israel melanggar hukum internasional selama protes di pusat kota Kanada.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved