Breaking News:

Internasional

AS Minta Israel dan Palestina Akhiri Konflik, Sampaikan Kembali, Israel Berhak Membela Diri

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Senin (17/5/2021) mendesak Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Menteri Luar Negeri AS, Anthony Blinken 

SERAMBINEWS.COM, KOPENHAGEN - Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken, Senin (17/5/2021) mendesak Israel dan Palestina untuk mengakhiri konflik.

Dia meminta keduanya untuk melindungi warga sipil dan Amerika Serikat sedang bekerja secara intensif untuk mengakhiri kekerasan di wilayah itu.

"Kami telah bekerja sepanjang waktu melalui saluran diplomatik untuk mencoba mengakhiri konflik," kata Blinken pada briefing bersama dengan Menteri Luar Negeri Denmark di Kopenhagen.

Pertempuran memasuki minggu kedua pada Senin (17/5/2021), ketika Israel membombardir Jalur Gaza dan pejuang Palestina menembakkan serangan roket ke kota-kota Israel.

Baca juga: VIDEO - Pesawat-pesawat Tempur Israel Terus Bombardir Jalur Gaza

“Amerika Serikat tetap sangat prihatin dengan meningkatnya kekerasan," ujar Blinken.

"Ratusan orang tewas atau terluka, termasuk anak-anak yang ditarik dari reruntuhan, ”katanya.

"Kami siap memberikan dukungan jika para pihak bersdia gencatan senjata," ujar Blinken.

Blinken mengatakan Israel memiliki hak untuk membela diri.

Baca juga: VIDEO Pertempuran Makin Panas, Israel Serang Gaza Lewat Udara dan Laut, Hamas Lakukan Balasan

Tetapi dia khawatir, jurnalis dan pekerja medis telah berada dalam risiko.

Khususnya setelah Israel pada Sabtu (15/5/2021) menghancurkan blok menara di Gaza yang menampung kantor Associated Press yang berbasis di AS dan media berita lainnya.

Amerika Serikat telah meminta rincian tambahan dari Israel terkait serangan itu, kata Blinken.

Sedangkan Utusan AS Hady Amr, yang ditunjuk oleh Presiden Joe Biden pekan lalu, bertemu dengan pejabat Palestina di kota Ramallah, Tepi Barat pada Senin (17/5/2021).

Baca juga: Israel Benar-benar Biadab, Jet Tempur Tewaskan 200 Orang di Jalur Gaza, Ribuan Lainnya Terluka

Amerika Serikat mengatakan pihaknya telah menjelaskan siap untuk menawarkan dukungan.

Jika pihak-pihak tersebut mengupayakan gencatan senjata.

Sementara, Raja Abdullah II dari Jordania mengatakan kerajaannya terlibat dalam diplomasi intensif untuk menghentikan pertumpahan darah, tetapi tidak memberikan rincian.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved