Breaking News:

Opini

Idul Fitri dan Semangat Kemenangan    

Hari raya Idul Fitri kembali berjumpa, di tahun ini pula kedua kalinya umat muslim merayakan Idul Fitri bersama pandemi

IST
ZULFATA, M.Ag., Direktur Sekolah Kita Menulis, melaporkan dari Banda Aceh 

Zulfata, M.Ag

Direktur Sekolah Kita Menulis

Hari raya Idul Fitri kembali berjumpa, di tahun ini pula kedua kalinya umat muslim merayakan Idul Fitri bersama pandemi. Dalam kondisi bagaimanapun Idul Fitri tetap membawa semangat kemenangan, terutama bagi mereka yang amal ibadah puasanya dapat dicapai secara paripurna.

Hadirnya kajian ini berusaha untuk menguraikan bagaimana memaknai Idul Fitri agar dapat dijadikan sebagai spirit pendorong untuk mampu keluar dari tantangan akibat pandemi.

Telah dua tahun lebih pandemi menghantam sisi kehidupan manusia, baik dari sisi kesehatan, perekonimian, pelayanan, pendidikan hingga keagamaan. Kondisi sedemikian secara tidak langsung telah membuat perubahan begitu cepat seiring meningkatknya perangkat digital dalam berdampingan hidup dengan manusia.

Dampak dari perubahan cepat itu pula momen Idul Firi saat ini sungguh berbeda dengan kebiasaan lama ketika merayakan Idul Fitri. Pada kebiasaan lama tersebut negara selalu siap siaga memfasilitasi warga dalam mengatur dan mengelola arus mudik.

Namun kebiasaan lama itu tidak berlaku untuk Idul Fitri tahun ini, negara justru melarang mudik demi kemaslahatan bersama agar tak terjadinya gelombang korban Covid-19 layaknya India yang jumlah korban begitu mengerikan pada bulan Mei 2021.

Perubahan perilaku yang begitu cepat di setiap sektor sosial sejatinya tidak membuat makna Idul Fitri juga berubah. Apapun kondisi dan situasinya, Idul Fitri tetap menjadi hari kemenangan, kemenangan bagi mereka yang telah berjuang melawan hawa nafsunya. Mulai dari memperbaiki diri sendiri hingga berusaha menciptakan kesalehan sosial. Pada posisi ini Idul Fitri tidak dimaknai sebatas mudik atau tidak mudik, dan bukan pula Idul Fitri ditandai dengan dibaginya Tunjangan Hari Raya (THR), terlebih lagi Idul Fitri tidak dimaknai sebagai serba pakaian baru.

Jauh dari apa yang disinggung di atas, makna kemenangan Idul Fitri juga diartikan sejauhmana umat Muslim mampu saling maaf-memaafkan, saling mengambil pelajaran dari setiap kesalahan, dan kembali merajut kekeluargaan dan kekompakan untuk menunaikan kemaslahatan bersama. Idul Fitri dapat dijadikan sebagai momen penyemangat untuk menghadapi berbagai tantangan, baik tantangan yang berifat kenegaraan maupun personal.

Idul Fitri dapat pula dijadikan sebagai batas pemisah antara kekhilafan dengan penyadaran.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved