Israel Makin Brutal
Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina
* Serangan Udara Bombardir Jalur Gaza
* 181 Warga Palestina Meninggal Dunia
GAZA - Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina sejak 10 Mei 2021 lalu, yang telah menyebabkan seratusan orang meninggal dunia dan seribuan lainnya luka-luka.
Pesawat tempur Israel melancarkan serangan udara secara simultan ke berbagai wilayah Gaza. Ledakan kuat terdengar di barat, utara, dan selatan kota. Para saksi mata mengatakan serangan masif itu membombardir rumah-rumah dan jalan-jalan. Banyak orang yang terluka dan terjebak di bawah puing-puing.
Terbaru, sebanyak 33 warga Palestina meninggal akibat serangan roket pada Minggu (16/5/2021) pagi waktu setempat, 13 di antaranya adalah anak-anak. LBC melaporkan, serangan tersebut adalah serangan paling mematikan dari Israel selama sepekan terakhir. "Serangan dini hari tersebut terjadi di rumah-rumah di pusat Kota Gaza", sebut Pejabat Kesehatan Gaza Palestina, dilansir dari Reuters.
Dengan kejadian ini, jumlah korban tewas di Gaza melonjak menjadi 181 orang, termasuk 52 anak-anak, sedangkan korban luka-luka sedikitnya mencapai 1.122 orang. Sementara di kubu Israel, 10 orang termasuk dua anak tewas dalam serangan roket yang diluncurkan oleh Hamas dan kelompok militan lainnya.
Dalam serangan udara pada Minggu pagi waktu setempat, militer Israel mengklaim telah menyerang rumah Yehya Al-Sinwar di Kota Gaza Selatan, Khan Younis. Sinwar merupakan Petinggi Politik dan Militer Hamas di Gaza yang dibebaskan dari penjara Israel pada tahun 2011 silam.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengatakan serangan udara ke Gaza akan terus berlanjut selama dibutuhkan. Sejauh ini, negara Zionis itu telah melancarkan lebih dari 1.000 serangan udara dan artileri ke jalur pantai yang berpenduduk padat.
“Israel masih di tengah-tengah operasi ini, masih belum berakhir dan operasi ini akan berlanjut selama diperlukan,” ujar Benjamin Netanyahu.
Sebelumnya, Israel menyerang dan menghancurkan gedung 12 lantai di Gaza City yang merupakan kantor dari media Associated Press dari AS dan kantor Al Jazeera yang berbasis di Qatar. Militer Israel mengatakan gedung bernama al-Jala tersebut adalah target militer yang sah dan menuding bahwa gedung tersebut merupakan kantor militer Hamas. Israel mengeklaim telah memberikan peringatan kepada warga sipil untuk keluar dari gedung tersebut.
Associated Press mengutuk serangan itu dan meminta Israel untuk mengajukan bukti kehadiran Hamas di gedung itu. "Kami tidak memiliki indikasi Hamas berada di dalam gedung tersebut atau aktif di dalam gedung," ujar Associated Press.
Setelah Israel mengebom gedung al-Jala, Hamas membalas dengan menembakkan 120 roket dalam semalam. Israel menyatakan, banyak di antara roket tersebut berhasil dicegat dan sekitar 12 roket jatuh di Gaza.
Mengutip dari AFP pada Minggu (16/5/2021), tentara Israel mengatakan bahwa tak kurang dari 3.000 roket ditembakkan dari Gaza yang dikuasai Hamas ke pemukiman warga di Israel sejak konflik tujuh hari lalu. "Hamas telah melakukan serangan yang sangat intens dalam hal serangan udara," ujar Komandan Komando Regional Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Mayor Jenderal Ori Gordin mengutip dari AFP.
Hamas mengancam akan terus melanjutkan serangan roket dengan menghantam kota seperti Tel Aviv. Sementara Juru Bicara Tentara Israel mengatakan sebanyak 3.000 tentara cadangannya telah disiapkan untuk menyerang Gaza.
Seperti diketahui, konflik terbaru ini dipicu ketegangan antara Palestina dan Israel atas beragam isu dalam beberapa pekan terakhir, termasuk rencana penggusuran sejumlah keluarga di Sheikh Jarrah dan penyerbuan pasukan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsa.
Demo di penjuru Eropa
Sementara itu, ribuan pengunjuk rasa berdemo menyuarakan dukungannya untuk Palestina, pada Sabtu (15/5/2021) di kota-kota besar Eropa termasuk London, Berlin, Madrid, dan Paris.
Di London beberapa ribu demonstran membawa plakat bertuliskan ‘Hentikan Pengeboman Gaza’ dan nyanyian ‘Bebaskan Palestina’ di Marble Arch dekat Taman Hyde untuk menuju Kedutaan Besar Israel. Massa juga tampak berkumpul di sepanjang Kensington's High Street tempat Kedubes Israel berada.
Penyelenggara unjuk rasa mengklaim jumlah pedemo sebanyak 100.000 orang, tetapi polisi London tidak bisa memastikan angkanya. "Mereka tersebar di daerah yang luas sehingga tidak mungkin menghitungnya," kata juru bicara Kepolisian Metropolitan dikutip dari AFP.
Sementara itu di Madrid sekitar 2.500 orang yang kebanyakan anak muda berbendera Palestina, berjalan ke alun-alun Puerta del Sol di pusat kota. "Ini bukan perang, ini genosida," teriak mereka. "Mereka membantai kami," kata Amira Sheikh-Ali (37) asal Palestina.
Kemudian di Berlin dan kota-kota Jerman lainnya, tiga demo dilakukan di distrik kelas pekerja Neukoelln kawasan sejumlah besar orang keturunan Turki dan Arab. Para demonstran meneriakkan “Boikot Israel" dan melemparkan batu paving serta botol ke arah polisi, yang berujung beberapa penangkapan.
Demo lainnya digelar di Frankfurt, Leipzig, dan Hamburg. Lalu di Paris polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan massa pro-Palestina yang berdemo meski dilarang aparat. Demo Palestina di Eropa juga dilakukan di Athena, Yunani. Sekitar 500 orang turun ke jalan dan ditanggapi polisi dengan meriam air setelah terjadi perkelahian kecil antara pedemo dengan aparat di depan Kedubes Israel.(Reuters/AFP/AP/Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/serangan-udara-israel.jpg)