Breaking News:

Konflik Israel dan Palestina

Korban Akibat Serangan Israel Terus Bertambah, Warga Palestina yang Meninggal Mencapai 174 Orang

Ketegangan meningkat di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dan di Masjid al-Aqsa sejak awal Ramadhan saat pasukan Israel mulai menyerang warga Palestina.

Editor: Taufik Hidayat
AFP/KATA KHATIB
Warga Palestina melihat rumah mereka yang hancur terkena serangan udara Israel, di Kota Rafah, Jalur Gaza selatan, Palestina, Minggu (16/5/2021) 

SERAMBINEWS.COM, YERUSALEM - Warga Palestina yang meninggal akibat serangan Israel di Jalur Gaza yang diblokade telah bertambah jadi 174, termasuk 29 wanita dan 47 anak, pada Minggu.

Meskipun dikecam komunitas internasional, Israel melanjutkan serangannya di Gaza dari Sabtu malam hingga Minggu (16/5/2021).

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa 23 warga Palestina, termasuk 10 perempuan dan delapan anak-anak, tewas dalam serangan tadi malam.

Jumlah korban luka juga meningkat menjadi 1.200 orang.

Enver Ataullah, pejabat urusan Arab dan Turki di Kementerian Kesehatan, mengungkapkan bahwa situasi di wilayah tersebut semakin memburuk.

Menurut Ataullah, serangan semalam telah menyebabkan kerusakan hebat di Jalur Gaza. "Ruang kamar jenazah habis karena korban terus bertambah," ungkap dia.

Baca juga: Indonesia Usulkan Tiga Langkah Kunci kepada OKI untuk Hentikan Serangan Israel ke Palestina

Baca juga: Israel Negara Kecil Penguasa Dunia, Fakta Sejarah Ulasan Pria Kashmir India

Baca juga: Sekjen PBB Sebut Serangan Israel ke Jalur Gaza Sangat Mengerikan, Harus Segera Dihentikan

Baca juga: Kisah Pria Lansia Beristri 16, Mengaku Tak Pernah Bekerja dan Selalu Diberi Uang Oleh 151 Anaknya

Ketegangan meningkat di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, dan di Masjid al-Aqsa sejak awal Ramadhan ketika pasukan dan pemukim Israel menyerang warga Palestina.

Ketegangan menyebar dari Yerusalem Timur ke Jalur Gaza setelah kelompok perlawanan Palestina di sana bersumpah membalas serangan Israel di Masjid al-Aqsa dan Sheikh Jarrah.

Israel menduduki Yerusalem Timur, tempat Al-Aqsa berada, selama perang Arab-Israel 1967, sebelum akhirnya menguasai seluruh wilayah kota pada 1980.

Pendudukan itu tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.(AnadoluAgency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved