Breaking News:

Berita Internasional

Masyarakat India Terpaksa Kubur Ratusan Mayat di Tepi Sungai Gangga, Ternyata Ini Penyebabnya

Temuan ini memicu spekulasi, bahwa mayat-mayat yang ditemukan itu merupakan korban Covid-19

Editor: Ibrahim Aji
AFP
Sungai Suci Penuh Jasad Covid Mengambang, Dokter Hamil 8 Bulan Meninggal Kena Covid-19. Suasana di satu krematorium di India 

Para pejabat mengaku penguburan di tepi sungai telah terjadi selama beberapa dekade.

Namun banyaknya jasad yang tersingkap akhir pekan lalu di tambah bayang-bayang pandemi, menimbulkan kekhawatiran akan praktik tersebut.

Navneet Sehgal, juru bicara pemerintah negara bagian, pada Minggu (16/5/2021) membantah laporan media lokal bahwa lebih dari 1.000 mayat korban Covid-19 telah ditemukan dari sungai dalam dua minggu terakhir.

"Saya yakin badan-badan ini tidak ada hubungannya dengan Covid-19," klaimnya.

Dia mengatakan beberapa penduduk desa memang tidak mengkremasi jenazah seperti adat.

Itu karena "biaya" tradisi Hindu selama beberapa periode, yang secara religius penting dilakukan.

Sebagai gantinya, penduduk akan membuang jasad ke sungai atau dengan menggali kuburan di tepi sungai.

Baca juga: Yaman Kutuk Serangan Drone Milisi Houthi ke Pasar Ramai di Hodeidah

Biaya kremasi melonjak

Ramesh Kumar Singh, anggota Bondhu Mahal Samiti, sebuah organisasi filantropi yang membantu mengkremasi jenazah, mengatakan jumlah kematian sangat tinggi di daerah pedesaan.

Orang-orang miskin telah membuang jenazah di sungai karena mahalnya biaya pelaksanaan upacara terakhir dan kekurangan kayu.

Halaman
1234
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved