Breaking News:

Jurnalisme Warga

Cara Mudah Mengurus Tanah di Kantor BPN Aceh Besar

HAMPIR empat tahun saya menjadi pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Selama itu pula saya temukan banyak warga yang belum paham

Cara Mudah Mengurus Tanah di Kantor BPN Aceh Besar
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn, Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Jantho

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn, Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Jantho

HAMPIR empat tahun saya menjadi pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Selama itu pula saya temukan banyak warga yang belum paham ten- tang proses peralihan hak atas tanah di Badan Perta- nahan Nasional (BPN) Aceh Besar yang berada di Kota Jantho.

Dalam beberapa bulan ini saya minta klien saya yang datang ke kantor untuk meng- isi formulir tentang layanan apa yang ingin dia dapatkan di kantor saya. Saya minta mereka mengisi formulir su- paya saya tahu permasalah- an apa yang dihadapi masya- rakat.

Di dalam formulir tersebut ada pertanyaan mengapa me- minta PPAT untuk memban-tu memproses permintaan Bapak/Ibu? Rata-rata jawab- an mereka karena jarak Jant- ho yang terlalu jauh sehingga mereka malas pergi ke Kan- tor BPN.

Alasan selanjutnya adalah karena mereka tak meng-erti prosedur apa saja yang harus ditempuh untuk seti-ap proses yang akan mere- ka lakukan. Formulir ini saya buat untuk melakukan riset kecil tentang persoalan yang kerap muncul di tengah ma- syarakat terkait urusan per- tanahan. Apakah benar kesulitan ada di prosesnya atau me- mang masyarakat kita yang ingin selalu cepat selesai, ti- dak ingin banyak syarat dan dengan bayaran yang murah.

Saya juga jika di posisi ma- syarakat akan demikian: ingin cepat, tidak ribet, murah, dan kalau bisa gratis. Dari enam bulan saya la- kukan riset kecil-kecilan ini ternyata kebanyakan mere-ka meminta jasa pelayan-an PPAT karena jarak Jantho yang jauh dari sejumlah keca- matan, misalnya Kecamatan Barona Jaya dan Ingin Jaya, serta tak mengerti administrasi pertanahan.

Ada juga yang tak cukup waktu karena Jantho terla-lu jauh dari tempat domisi-li mereka. Tiga bulan lalu saya punya klien yang ingin membeli tanah dari tetangga- nya. Tanah itu diperoleh dari orang tua tetangganya terse- but. Ahli warisnya hanya dua orang. Tanah tersebut juga belum dibagi. Tak punya su- rat apa pun sebagai alas hak atas tanah tersebut.

Nah, saya anjurkan kepada klien tersebut untuk membu- at sertifikat terlebih dahulu. Saya ingin jelaskan bagaima- na keuntungannya jika kita melakukan pendaftaran per- taman kali terlebih dahulu baru kemudian melakukan jual beli. Untuk para pembaca, jika Anda punya tanah dari orang tua yang belum memiliki ser- tifikat, tidak memiliki surat apa pun, tetapi sudah dikua- si bertahun-tahun, maka apa yang harus dilakukan?

Pertama, pastikan bahwa tanah Anda diukur oleh petu- gas ukur dari BPN. Kenapa ha- rus petugas ukur dari BPN? Kenapa bukan keuchik (kepa- la desa) atau kita sendiri yang mengukur tanah kita?

Hal ini sering jadi pertanyaan karena masyarakat menganggap bisa mengukur sendiri tanah mere- ka menggunakan tali.Nah, alasannya karena pe- tugas ukur yang diakui oleh negara adalah petugas ukur dari BPN. Mereka sudah di- bekali alat dan ilmu tentang pengukuran tanah. Ketika di- ukur pastikan dulu patoknya tidak salah. Hadirkan saksi batas dari sisi barat, timur, utara, dan selatan. Ini untuk menghindari kesalahan da- lam penunjukan patok. Sya- rat lain yang harus disiapkan adalah:

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved