Breaking News:

Israel Akan Kerahkan Kekuatan Penuh, 38.000 Warga Palestina Mengungsi

Israel terus menggempur Gaza dengan serangan udara. Pada Senin (17/5/2021) pagi, serangan mengguncang kota tersebut dari utara ke selatan

Editor: bakri
ANTARA FOTO/REUTERS/MOHAMMED SALEM
Serangan udara Israel ke Jalur Gaza, Palestina, semakin brutal. Negara Yahudi tak henti-hentinya memborbardir kawasan Palestina sejak 10 Mei 2021 lalu, yang telah menyebabkan seratusan orang meninggal dunia dan seribuan lainnya luka-luka 

RAMALLAH - Israel terus menggempur Gaza dengan serangan udara. Pada Senin (17/5/2021) pagi, serangan mengguncang kota tersebut dari utara ke selatan dan berlangsung selama 10 menit. Israel memastikan serangan akan terus belanjut dengan kekuatan penuh.

Serangan pada Senin kemarin lebih berat dan lebih luas dibandingkan serangan sehari sebelumnya. Pantauan AFP, dalam waktu hanya beberapa menit, puluhan serangan Israel membombardir daerah yang dikontrol Hamas itu.

Api menerangi langit saat ledakan besar mengguncang kota itu, memicu pemadaman listrik dan merusak ratusan bangunan. Warga Gaza Barat, Mad Abed Rabbo (39) mengungkapkan kengerian dan ketakutan atas intensitas serangan itu. "Tidak pernah ada serangan sebesar ini," katanya.

Tentara Israel dalam keterangannya mengatakan, mereka menyerang rumah sembilan komandan Hamas berpangkat tinggi, tanpa memberikan rincian korban. Pengeboman itu juga termasuk serangan putaran ketiga terhadap jaringan kereta bawah tanah Hamas. Sebanyak 54 jet tempur membombardir terowongan sepanjang 15 km yang sebelumnya diakui oleh militer sebagiannya berjalan melewati wilayah sipil.

Akibat serangan yang membabi buta itu, jumlah warga Palestina yang menjadi korban terus bertambah. Pada serangan sehari sebelumnya, Minggu (16/5/2021), Pemerintah Gaza melaporkan sebanyak 42 warga Palestina meninggal dunia. Di antaranya termasuk 16 perempuan dan 10 anak-anak.

Diperkirakan, sedikitnya 200 orang meninggal dunia dalam seminggu terakhir, yang sebagian besarnya merupakan warga Palestina. Meski demikian, negara zionis Israel belum memperlihatkan tanda-tanda akan mengurangi serangannya.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa serangan militernya di Gaza akan terus belanjut dengan kekuatan penuh. "Upaya Israel melawan organisasi teroris terus berlanjut dengan kekuatan penuh, dan akan butuh waktu untuk menyelesaikannya," ucapnya.

10.000 Mengungsi

Akibat rentetan serangan Israel ke Jalur Gaza membuat puluhan ribu warga Palestina mengungsi. Menurut PBB, jumlah warga Palestina yang mengungsi mencapai 38.000 orang dan 2.500 lainnya kehilangan tempat tinggal.

Sehari sebelumnya, Minggu (16/5/2021), Menteri Luar Negeri Palestina, Riyad al-Maliki, dalam pada pertemuan luar biasa Organisasi Kerjasama Islam (OKI) melaporkan lebih dari 10.000 warga Palsetina mengungsi.

Sebagaimana dilansir Anadolu Agency, Maliki menyatakan, Israel telah melakukan kejahatan dan menggunakan kekerasan terhadap orang-orang di Jalur Gaza yang sedang diblokade. "Pengeboman biadab yang sedang berlangsung di Gaza telah menyebabkan lebih dari 10.000 warga Palestina mengungsi dan ratusan rumah hancur," kata Maliki.

Maliki menambahkan, Israel melancarkan serangan tanpa pandang bulu termasuk menyerang rumah-rumah milik warga Palestina. Dia juga meminta Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Majelis Umum PBB, Dewan Hak Asasi Manusia PBB, dan pengadilan internasional untuk bertindak.

Selain itu, Maliki juga meminta OKI untuk membentuk front internasional guna mencegah kekerasan lebih lanjut dari Israel dan eskalasi yang berbahaya. Dia menekankan bahwa upaya normalisasi dengan Israel sama saja mendukung sistem rasialis dan mendukung rezim apartheid. Israel telah menggempur Jalur Gaza melalui serangan udara yang dimulai sekitar sepekan lalu atau sejak 10 Mei.

Ketegangan bermula ketika Israel mencoba menggusur warga Palestina dari wilayah Sheikh Jarrah di Yerusalem. Penggusuran tersebut memicu aksi protes dan berujung bentrok antara warga Palestina dengan polisi Israel di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Ketegangan dengan cepat merembet ke Jalur Gaza. Kelompok milisi di sana menembakkan roketnya ke wilayah Israel hingga militer Israel membalasnya dengan serentetan serangan udara. Sejak saat itu, jual beli serangan antara Jalur Gaza dengan Israel belum berhenti sampai sekarang.(kompas.com)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved