Breaking News:

Salam

Aceh Diperingatkan, Maka Jangan Sepelekan Protkes

Presiden Joko Widodo mengingatkan Aceh dan 14 provinsi lainnya agar hati‑hati terhadap peningkatan kasus Covid‑19 belakangan ini

Editor: bakri
Twitter
Presiden Joko Widodo 

Presiden Joko Widodo mengingatkan Aceh dan 14 provinsi lainnya agar hati‑hati terhadap peningkatan kasus Covid‑19 belakangan ini. “Gubernur, bupati, dan wali kota hati‑hati, yang zonanya masih merah dan oranye tempat wisatanya ditutup. Yang kuning dan hijau boleh buka, tetapi sekali lagi Satgas harus ada di sana sehingga protokol kesehatan secara ketat dilaksanakan, tidak boleh lepas tata kelola,” ujar Jokowi.

Dalam arahannya secara virtual kepada seluruh pimpinan daerah di Indonesia, Presiden juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk memperhatikan dampak ekonomi dari pandemi Covid‑19. Ia mengatakan, kepala daerah memiliki tanggung jawab yang sama untuk kembali menumbuhkan perekonomian nasional yang mengalami penurunan signifikan.

Sejak awal pemerintah memang sudah berusaha keras mengantisipasi peningkatan kasus Covid‑19 periode Ramadhan dan Idul Fitri. Pemerintah antara lain menerapkan larangan mudik 2021 serta adanya pengetatan syarat bagi masyarakat yang akan bepergian. Namun meski sudah dilakukan kebijakan tersebut masih ditemukan adanya peningkatan kasus.

Epidemiolog dari Universitas Airlangga Laura Navika Yamani mengingatkan agar Pemerintah tidak lengah dengan potensi peningkatan kasus pasca lebaran. Seberapa besar dampak mobilitas masyarakat saat ini terhadap penambahan kasus baru akan terlihat pada dua pekan mendatang atau pasca lebaran.

Dikaitkan dengan adanya kebijakan yang sudah diterapkan saat ini, Laura menyebut bahwa apa yang diharapkan pemerintah dengan larangan mudik tak sejalan dengan apa yang ditangkap masyarakat. "Kebijakan ini tuh seolah‑olah tidak tegas. Jadi bukan larangan mudik yang ditangkap masyarakat tapi durasi waktu mudik yang dilarang. Jadinya masyarakat memilih mudik sebelum tanggal dilarang. Apa yang dilarang pemerintah sama apa yang dipikirkan masyarakat tuh beda. Mungkinkah ini akan membuat peningkatan kasus? Pasti ada."

Besarnya wilayah Indonesia juga membuat pengawasan antardaerah tidak sama. Bahkan ada daerah yang tidak menerapkan pengawasan pelarangan mudik dengan ketat. Banyaknya jalur  tikus tak tertutup sehingga menjadi pilihan banyak pemudik.

Karena ituulah, selalu diminta berhati-hati dan tetap mematuhi protokol kesehatan saat berada di luar rumah. Sebab, di beberapa provinsi di Indonesia sudah ditemukan kasus Covid klaster keluarga. "Sekarang klaster yang banyak di Jawa Tengah dari keluarga. Untuk itu masyarakat harus siaga, jangan sepelekan. Ini perlu menjadi perhatian semua agar tetap menjaga prokes karena potensi penambahan ada," kata Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Makanya, bagi kita di Aceh, selain tidak memaksa kumpul-kumpul keluarga pasca lebaran, tentu saja arus balik juga menjadi catatan kita agar semua dalam kontrol yang ketat karena tidak hanya soal kemacetan, keamanan, tetapi juga kesehatan. Makanya, ketika petugas perbatasan memeriksa warga yang masuk Aceh, hendaknya dihormati dan dipatuhi. Kita sangat menyesalkan adanya warga yang ketahuan positif Covid saat dites di pos perbatasan malah melarikan diri, Ini jelas bukan sikap yang bisa dicontoh.

Kita memang ingin wabah Covid ini segara berlalu dari bumi ini. Tapi, kita juga harus meningkatkan sikap kehati-hatian kita terhadap jangkitan virus yang sudah menelan banyak nyawa di Aceh. Dan, sejak pertengahan lebaran hingga dalam suasana Idul Fitri 1442 H, Aceh secara persentase  termasuk provinsi yang paling tinggi peningkatan kasus Covid dibanding provinsi lainnya.

Yang sangat memprihatinkan, hingga kini tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan masih beluyam sebaik provinsi lain. Bahkan, di media sosial masih banyak warga dunia maya  menyebarkan info-info tak jelas yang dapat mengurangi semangat masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan.

Kita berdoa, dua pekan setelah lebaran kita semua akan aman-aman saja. Dan, kita mengapresisasi langkah-langkah antisipasi yang sudah dilakukan pemerintah bersama unsur-unsur lainnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved