Breaking News:

Konflik Palestina

Joe Biden Dikecam Presiden Turki Terkait Gaza, Erdogan: Anda Menulis Sejarah dengan Tangan Berdarah

Erdogan mengecam Presiden Austria dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden atas tanggapan mereka terhadap konflik Palestina-Israel

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP/Adem ALTAN
Presiden Turki dan pemimpin Partai Keadilan dan Pembangunan (Partai AK) Recep Tayyip Erdogan 

SERAMBINEWS.COM – Kota Gaza kini menghadapi gempuran serangan dari pasukan Israel yang sudah berlangsung sejak Senin (10/5/2021).

Sejumlah pemimpin dunia pun meminta kelompok Hamas dan pasukan Israel untuk menahan diri.

Bahkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan konflik Palestina dengan Israel segera diakhiri.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, menjadi pemimpin negara yang paling lantang mengkritik Israel dan negara barat lainnya.

Erdogan pada hari Senin (17/5/2021) mengecam Presiden Austria dan Presiden Amerika Serikat Joe Biden atas tanggapan mereka terhadap konflik yang sedang berlangsung antara Israel dan Palestina.

Dia mengatakan bahwa Biden telah "menulis sejarah dengan tangan berdarah" karena mendukung upaya Israel. 

Baca juga: 52.000 Warga Jalur Gaza Mengungsi, 450 Bangunan dan Rumah Hancur Dirudal Jet Tempur Israel

Baca juga: Joe Biden Diam-diam Jual Senjata ke Israel Rp 10 Triliun, Dimuluskan Parlemen

Hal itu disampaikan Erdogan dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi secara nasional pada hari Senin.

Kritikan pedas Erdogan terhadap Joe Biden merupakan salah satu serangan terkuatnya terhadap presiden AS sejak Biden menjabat pada bulan Januari lalu.

Erdogan juga mengkritik Austria karena mengibarkan bendera Israel pekan lalu. 

"Saya mengutuk Austria karena menggantungkan bendera negara teror Israel," kata Erdogan, dikutip dari Deutsche Welle.

"Negara Austria tampaknya berusaha untuk membuat Muslim membayar harga untuk (perannya) dalam Holocaust," sambungnya.

Kanselir Austria Sebastian Kurz menyebut langkah mengibarkan bendera Israel itu sebagai tanda solidaritas dengan Israel di tengah bentrokan mematikan itu.

Erdogan, seorang kritikus vokal Israel, telah menghubungi para pemimpin dunia dalam seminggu terakhir.

Ia menyerukan pemerintah untuk mengambil tindakan terhadap Israel. 

Baca juga: Roket Hamas Terangi Tel Aviv, Warga Israel Cari Perlindungan Bawah Tanah

Baca juga: Menlu AS Tegaskan Belum Ada Bukti Atas Klaim Israel, Kantor Berita AP di Jalur Gaza Menampung Hamas

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved