Breaking News:

Kupi Beungoh

Sabang di Masa Covid-19, Kerumunan di Loket, Rakyat yang Sabar, Tiket Digital, Hingga Antre Ala Bank

Di antara warga yang ikut dalam antrean mengaku sudah ikut dalam barisan (bahkan menumpuk) berjam-jam lamanya, sejak pukul 6 usai shalat subuh.

SERAMBINEWS.COM/Handover
Penulis (Hasan Basri M Nur) bersama Romi Julizar, warga Aceh Besar, di tengah-tengah antrean penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang, Sabtu 15 Mei 2021. 

Oleh: Hasan Basri M. Nur*)

SEPERTI biasa, kami sekeluarga rutin pergi ke Sabang.

Selain untuk membersihkan rumah dan kebun, juga sambil cuci mata dengan melihat pemandangan alam Pulau Weh yang menakjubkan wisatawan dunia.

Selama pandemi Covid-19 menimpa dunia, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sabang turun drastis.

Pelaku wisata (hotel, transportasi, kuliner, souvenir) mengalami kerugian besar.

“Usaha penginapan backpacker yang baru saja dirintis suami saya terpaksa tutup untuk sementara. Nyaris tak ada tamu yang datang,” ujar Dek Nong, perempuan kelahiran Sabang 32 tahun lalu.

“Kalau hingga tahun depan keadaan tidak berubah, mungkin kami harus melirik usaha lain di kampung suami di Lameulo, Pidie,” tambah ibu tiga putra ini.

Saat kami pergi ke Sabang pada hari lebaran pertama (13/5/2021), kapal BRR dari Uleelheu tujuan Sabang tampak lengang.

Mobil kami dapat dengan leluasa masuk kapal, walau kami datang hanya 15 menit sebelum keberangkatan.

“Wah, lega. Ini baru layanan prima, setara penyeberangan dari Pulau Pinang ke daratan Semenanjung Malaysia,” hati saya bergumam.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved