Breaking News:

Kupi Beungoh

Sabang di Masa Covid-19, Kerumunan di Loket, Rakyat yang Sabar, Tiket Digital, Hingga Antre Ala Bank

Di antara warga yang ikut dalam antrean mengaku sudah ikut dalam barisan (bahkan menumpuk) berjam-jam lamanya, sejak pukul 6 usai shalat subuh.

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/Handover
Penulis (Hasan Basri M Nur) bersama Romi Julizar, warga Aceh Besar, di tengah-tengah antrean penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang, Sabtu 15 Mei 2021. 

Namun, keadaan berbalik ketika kami hendak menyeberang kembali ke Banda Aceh pada Minggu (16/5) pagi.

Pada pukul 6.30 WIB sudah terlihat terjadi antrean panjang di depan loket penjualan tiket.

Antrean sudah melingkar seperti ular atau huruf “S”.

Di antara warga yang ikut dalam antrean mengaku sudah ikut dalam barisan (bahkan menumpuk) berjam-jam lamanya, sejak pukul 6 usai shalat subuh.

Duh! Betapa kecewanya kami.

Baca juga: H+6 Lebaran, Wisatawan Masuk ke Sabang Masih Ramai, Kapal Berlayar 7 Trip

Antrean panjang penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang, Sabtu 15 Mei 2021.
Antrean panjang penumpang di Pelabuhan Balohan Sabang, Sabtu 15 Mei 2021. (SERAMBINEWS.COM/Handover)

Setelah mengantre sekitar dua jam, baru setengah antrean berjalan, tiba-tiba tiket kapal untuk keberangkatan pertama habis dan loket pun ditutup.

Menurut petugas, tiket penumpang dan kendaraan selama pandemi hanya dijual 50 persen dari kapasitas kursi dan parkir kendaraan.

Kebijakan ini mengakibatkan terjadi tumpukan orang dan kendaraan di dermaga.

Sehari sebelumnya, saya sempat berdialog dengan seorang petugas pelabuhan tentang alasan pengurangan kapasitas kendaraan (terutama mobil).

Bukankah mobil itu tak mempunyai mulut dan hidung yang menjadi media penularan Covid-19?

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved