Breaking News:

Internasional

Presiden AS Hanya Minta Netanyahu Kurangi Serangan, Bukan Hentikan Gempuran ke Jalur Gaza

Presiden AS Joe Biden meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan udara ke Jalur Gaza, Palestina.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Presiden AS Joe Biden dan PM Israel, Benjamin Netanyahu 

SERAMBINEWS.COM, JERUSALEM - Presiden AS Joe Biden meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi serangan udara ke Jalur Gaza, Palestina.

Biden hanya menyatakan untuk menuju gencatan senjata, namun tidak meminta penghentikan serangan udara ke Jalur Gaza.

Dilansir AP, Netanyahu telah menegaskan dapat menetapkan kerangka waktu untuk mengakhiri permusuhan.

Tetapi, jet tempur Israel terus menggempur Jalur Gaza dengan serangan udara.

Sebaliknya Hamas penguasa Jalur Gaza melancarkan serangan roket ke wilayah Israel.

Sedangkan keamanan Mesir mengatakan kedua belah pihak telah menyetujui gencatan senjata.

Namun, pihak Hamas yang berbasis di Qatar membantah penyataan Mesir.

Perundingan itu dilkaukan secara rahasia, antara Mesir dan Israel.

Pejabat medis Palestina mengatakan sejak pertempuran dimulai pada 10 Mei, 223 orang telah tewas dalam pemboman udara.

Ikut menghancurkan jalan, bangunan dan infrastruktur lainnya, dan memperburuk situasi kemanusiaan yang sudah mengerikan di Jalur Gaza.

Baca juga: Joe Biden Dikecam Presiden Turki Terkait Gaza, Erdogan: Anda Menulis Sejarah dengan Tangan Berdarah

Otoritas Israel menyebutkan korban tewas 12 orang di Israel, di mana serangan roket berulang kali telah menyebabkan kepanikan dan membuat orang-orang bergegas ke tempat penampungan.

Upaya diplomatik regional dan yang dipimpin AS untuk mengamankan gencatan senjata telah meningkat tetapi sejauh ini gagal.

Netanyahu memuji apa yang dia gambarkan dukungan dari AS, sekutu utama Israel, untuk hak membela diri dalam melawan serangan roket dari Jalur Gaza.

Tetapi dalam panggilan telepon ke Netanyahu, Biden memberi tahu pemimpin Israel itu, sudah waktunya untuk menurunkan intensitas konflik, di mana warga sipil di kedua belah pihak telah terbunuh.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved