Breaking News:

Internasional

Bahrain dan Kuwait Bawa Penderitaan Palestina ke PBB, Kekerasan Israel Hancurkan Kehidupan Palestina

Dua negara bertetangga, Bahrain dan Kuwait membawa penderitaan rakyat Palestina ke PBB. Utusan utama kedua negara mengungkapkan kekecewaan

Editor: M Nur Pakar
EPA
Badan Pertahanan sipil Palestina mencari korban di reruntuhan rumah yang hancur terkena serangan udara jet tempur Israel di Kota Gaza, Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Dua negara bertetangga, Bahrain dan Kuwait membawa penderitaan rakyat Palestina ke PBB.

Utusan utama kedua negara mengungkapkan kekecewaan dan penolakan mereka kepada Mjelis Umum PBB.

Tentang kekerasan Israel terhadap Jalur Gaza dan Tepi Barat, Palestina.

Bahrain menolak siklus kekerasan yang terus berlanjut.

Eskalasi berbahaya faksi Palestina di Jalur Gaza dan pasukan Israel.

Kantor berita Kuwait, BNA, Jumat (21/5/12021) mengutip Faris Al-Ruwaie, perwakilan tetap Bahrain untuk PBB, di pidatonya dalam Majelis Umum PBB.

Baca juga: Sekjen PBB: Anak-anak Gaza, Hidup Seperti Dalam Neraka

“Korban eskalasi militer ini menimpa warga sipil tak berdosa, fasilitas sipil dan rumah, yang harus ditolak mentah-mentah oleh masyarakat internasional,” ujarnya.

Kuwait juga mengutuk kejahatan dan kebijakan dengan istilah terkuat yang dilakukan oleh pasukan Israel di wilayah Palestina, termasuk kota Jerusalem.

"Kuwait mengecam semua skema permukiman ilegal Israel, menyita rumah dan properti warga Palestina," kata Menlu yang juga Menteri Kabinet Kuwait, Ahmad Nasser Al-Mohammad Al- Sabah ke PBB.

Dia mengatakan tindakan Isael di Jerusalem, lingkungan Sheikh Jarrah tidak dapat diterima.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved