Breaking News:

Internasional

Bahrain dan Kuwait Bawa Penderitaan Palestina ke PBB, Kekerasan Israel Hancurkan Kehidupan Palestina

Dua negara bertetangga, Bahrain dan Kuwait membawa penderitaan rakyat Palestina ke PBB. Utusan utama kedua negara mengungkapkan kekecewaan

Editor: M Nur Pakar
EPA
Badan Pertahanan sipil Palestina mencari korban di reruntuhan rumah yang hancur terkena serangan udara jet tempur Israel di Kota Gaza, Palestina. 

“Praktik semacam itu jelas pelanggaran dan tidak sah serta pelanggaran mencolok terhadap resolusi dan referensi internasional,” kata Al-Sabah, dalam sebuah laporan dari kantor berita Kuwait KUNA.

Raja Jordania Abdullah II juga menyuarakan keprihatinannya tentang situasi Gaza, untuk menekankan perlunya perdamaian di sana.

Baca juga: Tangisan Wanita Aceh Kala Aksi Bela Palestina di Lhokseumawe, Ya Allah Hancurkan Israel Ya Allah

Penguasa Jordania itu juga mengatakan melakukan pembicaraan telepon dengan Wakil Presiden AS Kamala Harris.

Tentang perlunya mempertahankan 'status quo di Jerusalem.'

Mesir menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas, yang dimulai pada Jumat, setelah 11 hari pertempuran, yang menewaskan 232 warga Palestina dan melukai puluhan lainnya.

Kekerasan meletus pada 10 Mei 2021, dipicu oleh kemarahan warga Palestina atas apa yang mereka lihat sebagai pembatasan hak-hak di Jerusalem.

Terutama konfrontasi polisi dengan pengunjuk rasa di Masjid Al-Aqsa selama bulan suci Ramadhan.

Manama mengungkapkan kecaman kerasnya atas serangan Israel terhadap jamaah Masjid Al-Aqsa.

"Terutama upaya pemukim Israel untuk mengusir warga Palestina dari rumah mereka di Sheikh Jarrah," kata Al-Ruwaie dari Bahrain dalam pidatonya di PBB.

"Kewajiban pemerintah Israel untuk sepenuhnya menghormati hukum internasional," harapnya.

Baca juga: VIDEO Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata Setelah 11 Hari Berperang

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved