Breaking News:

Dua Orang Dituntut Mati, Satu Seumur Hidup

Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut dua terdakwa dengan hukuman mati, dan satu lainnya penjara seumur hidup

Editor: bakri
DOK KEJARI ACEH TIMUR
Tiga terdakwa kasus penyelundupan narkoba 81 kg sabu dan 20 kg pil ekstasi menjalani sidang pembacaan tuntutan secara virtual, Kamis (20/5/2021). 

* Kasus 81 Kg Sabu dan 20 Kg Ekstasi

IDI - Jaksa Penuntut Umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur menuntut dua terdakwa dengan hukuman mati, dan satu lainnya penjara seumur hidup. Ketiga terdakwa menjalani persidangan dalam kasus tindak pidana penyelundupan narkoba sabu-sabu sebanyak 81 kg, dan pil ekstasi sebanyak 20 kg di Pengadilan Negeri Idi, Kamis (20/5/2021).

"Kedua terdakwa yang kita tuntut dengan pidana mati yakni Ibrahim dan Muhammad Nur. Sedangkan terdakwa yang kita tuntut pidana penjara seumur hidup yakni Hamdani," ungkap Kajari Aceh Timur, Semeru SH MH melalui Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi SH MH, didampingi Kasi Intel, Andi Zulanda SH kepada Serambi, Kamis (20/5/2021).

Ketiga terdakwa tersebut tercatat sebagai warga Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. Sidang pembacaan tuntutan terhadap ketiga terdakwa dibacakan oleh JPU yakni Harry Arfhan SH MH, Cherry Arrida SH, dan M Iqbal Zakwan SH.

Sedangkan majelis hakim yang memimpin sidang pembacaan tuntutan secara virtual itu dipimpin oleh Irwandi SH MH selaku Hakim Ketua, dan hakim anggota, Tri Purnama SH, dan Reza Bastira Siregar SH. Kasi Pidum, Ivan Najjar Alavi SH MH mengatakan, ketiga terdakwa disangkakan melanggar Pasal 114 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Sebelumnya, Rabu (19/5/2021), jaksa juga membacakan tuntutan untuk lima terdakwa dalam kasus yang sama dengan tuntutan pidana mati. Kelima terdakwa yakni Nazaruddin (28) dan Azwar Saputra (29) keduanya warga Desa Alue Bugeng, Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur. Sementara tiga warga Kota Langsa yakni, Khairul Muanis (23) Arif Budiman (28) dan Lukman (40).

Dalam kasus ini penyidik mengamankan barang bukti diantaranya narkoba jenis sabu-sabu sebanyak 81 kg, dengan rincian 70 kg dari empat karung goni yang dibungkus dengan kemasan teh Cina merk Chinese Pin We warna hijau, dan 11 bungkus yang dibungkus dengan kemasan teh Cina merk Guanyingwang.

Dan 20 bungkus pil ekstasi dengan rincian, 10 bungkus ekstasi warna merah jambu, dan 10 bungkus ekstasi warna hijau. Selain itu juga diamankan tiga mobil, satu boat dompeng, dan sembilan unit handphone.

Beda Peran

Kasi Pidum Kejari Aceh Timur, Ivan Najjar Alavi SH MH mengungkapkan, terkait pembagian jadwal sidang pembacaan tuntutan kepada terdakwa. Di mana pada Rabu (19/5/2021) untuk lima terdakwa, dan Kamis (20/5/2021) untuk tiga terdakwa lainnya berdasarkan penetapan oleh Ketua Pengadilan Negeri Idi.

Namun yang menjadi perbedaannya, jelas Ivan Najjar, lima terdakwa yang disidang Rabu (19/5/2021) semuanya diamankan dalam peran membawa narkoba di darat, yakni dari Simpang Ulim menuju Kota Langsa. Sedangkan tiga terdakwa yang disidangkan Kamis kemarin, dua terdakwa perannya menjemput barang bukti narkoba dari laut ke darat, sementara satu terdakwa yang dituntut pidana penjara seumur hidup, Hamdani memiliki peran menyewakan boat untuk menjemput narkoba ke laut.(c49)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved