Breaking News:

Internasional

Filipina Tunda Keberangkatan Pekerja ke Israel, Dua Warga Thailand Tewas Terkena Roket Hamas

Pemerintah Filipina menunda para pekerja yang akan pergi ke Israel, seiring dua warga Thailand tewas terkena roket Hamas.

Editor: M Nur Pakar
AFP
Warga memperbaiki jaringan listrik di Jalur Gaza, Palestina. 

SERAMBINEWS.COM, MANILA - Pemerintah Filipina menunda para pekerja yang akan pergi ke Israel, seiring dua warga Thailand tewas terkena roket Hamas.

Pemerintah mengumumkan pada Kamis (20/5/2021) untuk menunda penempatan pekerja ke Israel.

Sejak krisis dimulai pada 10 Mei 2021, pejabat kesehatan Palestina mengatakan 228 orang tewas akibat pemboman udara Israel.

Namun, kondisi situasi Jalur Gaza masih mengerikan, seiring puing-puing bangunan masih berserakan dan puluhan ribu warga masih mengungsi.

Dilansir AFP, Jumat (21/5/2021) sebanyak, 29.473 warga Filipina tinggal dan bekerja di Israel dan 91 orang di Jalur Gaza.

Menteri Tenaga Kerja Filipina Silvestre Bello III mengatakan 400 pekerja pengasuh Filipina dijadwalkan berangkat ke Israel dalam beberapa hari mendatang.

Baca juga: Dua Pekerja Pabrik Pengemasan Asal Thailand Tewas di Israel, Terkena Serangan Roket Hamas

Tetapi, tidak akan diizinkan untuk pergi selama ketegangan masih tinggi. . ”

Dia menambahkan, bagaimanapun, Departemen Tenaga Kerja Filipina akan terus memproses pelamar kerja.

Karena tidak ada larangan bekerja di Israel, dengan penempatan akan ditunda.

“Kami belum melarang penempatan pekerja kami ke Israel," kata Bello III.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved