Breaking News:

Kendaraan Masuk Aceh Ditempel Stiker

Dalam rangka menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh, Polda juga memberlakukan kebijakan berupa penempelen stiker

Editor: bakri
ANTARA FOTO/Rahmad/foc.
Petugas medis mengambil sampel usap supir mini bus saat dilakukan rapid test antigen di lintas nasional Aceh-Sumut, kawasan Lhokseumawe, Aceh, Kamis (20/5/2021). Rapid test antigen gratis yang diselenggarakan Satlantas Polres Lhokseumawe sebagai upaya untuk menekan angka penyebaran COVID-19 yang terus meningkat. 

Dalam rangka menjaga dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Aceh, Polda juga memberlakukan kebijakan berupa penempelen stiker bagi kendaraan yang masuk ke Aceh. Stiker itu diberikan bagi kendaraan yang penumpang di dalamnya telah melewati pemeriksaan di pos penyekatan perbatasan provinsi.

Dirlantas Polda Aceh, Kombes Pol Dicky Sondani, kepada Serambi, Kamis (20/5/2021), mengatakan, setiap penumpang arus balik Lebaran yang masuk ke Aceh akan diperiksa dan dicek, termasuk salah satunya surat swab antigen yang berlaku selama 24 jam.

Setelah para penumpang diperiksa dan dinyatakan aman, baru kendaraan diizinkan masuk ke Aceh. “Kendaraan yang lewat ke Aceh langsung diberikan stiker dari Ditlantas Polda Aceh," sambung Dicky.

Dia juga menyebutkan, berdasarkan hasil kegiatan penyekatan di wilayah hukum Polda Aceh, jumlah kendaran yang sudah diperiksa petugas sebanyak 2.853 kendaraan. Baik itu kendaraan roda dua, roda empat pribadi, bus dan kendaraan yang membawa barang.

"Sementa kendaraan yang disuruh putar balik oleh petugas sebanyak 668 kendaraan, meliputi kendaraan roda dua, roda empat pribadi, bus dan kendaraan yang membawa barang, " terang Dirlantas.

Kemudian terkait pelaksanaa rapid tes antigen di pos penyekatan, dia sebutkan telah dilakukan terhadap 90 orang dengan hasil 1 orang positif Covid-19 dan 89 orang negatif Covid-19. "Selain itu, petugas di pos penyekatan juga sudah melakukan pembagian masker kepada masyarakat sebanyak 11.203 masker, " tambahnya.

Meskipun penyekatan di setiap perbatasan Aceh-Sumut mulai dibuka, namun petugas di perbatasan dipastikan tetap akan melakukan pemeriksaan surat swab antigen setiap kendaran beserta penumpangnya yang akan memasuki Aceh.

Irwasda Polda Aceh Kombes Pol Drs Marzuki Ali Basyah saat meninjau Pos penyekatan perbatasan Aceh Tamiang - Sumut, Kamis (19/5/2021), mengatakan, sesuai dengan aturan Satgas Covid-19 Pusat, maka masyarakat yang akan bepergian agar lebih dahulu melengkapi dokumen kesehatan berupa hasil negatif tes PCR/rapit test antigen atau hasil negatif genose C19.

Hal tersebut juga sesuai dengan komitmen Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada M Phil untuk menjaga Aceh tetap terhindar dari penyebaran Covid-19.  "Harus disiapkan dulu sebelum berangkat dokumen kesehatannya. Nanti setiap ada pemeriksaan di Pos penyekatan tinggal tunjukan kepada petugas," ucapnya.

Dia mengatakan hal itu juga merupakan komitmen Kapolda untuk menyelamatkan masyarakat Aceh dari Covid-19.  Marzuki juga mengingatkan petugas di perbatasan agar jangan sesekali mempersulit masyarakat yang lewat terutama masyarakat Aceh yang akan ke Medan. Namun, dengan catatan tetap harus menunjukan surat swab antigen.

"Lakukan pemeriksaan dengan cara humanis, namun tetap sesuai dengan aturan yang ada," ujarnya lagi.

Selain itu, lanjutnya, dalam menjalankan tugasnya, petugas juga harus mengutamakan keselamatan dan kesehatan dengan tetap memakai masker, menjaga jarak serta menghindari kegiatan yang menimbulkan kerumunan.  "Tetap jaga kesehatan, jangan lengah, dan tetap utamakan keselamatan," pungkas Pamen Polri berdarah Aceh tersebut.(dan)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved