Breaking News:

Opini

Puasa Cegah Penyakit Melalui Autophagi

Puasa telah dipraktekkan manusia sejak ribuan tahun yang lalu, akan tetapi akhir-akhir ini puasa menjadi pusat perhatian dunia kesehatan

Puasa Cegah Penyakit Melalui Autophagi
FOR SERAMBINEWS.COM
Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Oleh Prof. Dr. Yusni Johan, M. Kes., AIF, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala Banda Aceh

Puasa telah dipraktekkan manusia sejak ribuan tahun yang lalu, akan tetapi akhir-akhir ini puasa menjadi pusat perhatian dunia kesehatan karena penemuan terbaru, puasa dapat mencegah penyakit melalui jalur selluler dan molekuler autophagy.

Puasa adalah ibadah rutin yang umat Muslim lakukan khususnya di bulan Ramadhan, namun ibadah puasa juga dapat dilakukan setiap saat sesuai dengan tuntunan ajaran Islam.

Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Sejak lama masyarakat Muslim percaya bahwa dengan berpuasa di bulan Ramadhan, tidak hanya akan mendapatkan banyak pahala, namun juga akan mendapatkan segudang manfaat kesehatan, lebih tepatnya "buy 1 get 2 or more".

Tidak hanya sekadar anggapan, bukti empiris merilis bahwa puasa dapat mengaktifkan proses autophagy secara alamiah yang telah terbukti dapat mencegah berbagai penyakit, di antaranya: diabetes (kencing manis), kanker, penyakit jantung, neurodegenerasi (kemunduran saraf), obesitas (kegemukan), hipertensi (darah tinggi), dislipidemia (kolesterol tinggi), asma, dan rheumatoid arthritis (radang sendi).

Istilah autophagy mulai dikenal luas sejak tahun 2016 melalui penemuan seorang peneliti berkebangsaan Jepang, Professor Yoshinori Ohsumi, yang juga penerima nobel dalam bidang fisiologi dan kedokteran pada tahun yang sama, dirilis oleh The Nobel Assembly at Karolinska Instituet (NAKI), 2016. Ohsumi mengutarakan bahwa salah satu cara yang mudah untuk merangsang proses autophagy adalah dengan berpuasa.

Dikutip dari jurnal Sains Medika, 2017; istilah autophagy berasal dari bahasa Yunani yang berarti memakan diri sendiri. Dalam dunia fisiologi kedokteran autophagy merupakan kemampuan sel tubuh untuk melakukan regenerasi sel secara alamiah dengan cara menghancurkan dan atau memakan sel (yang sudah rusak atau mati) itu sendiri. Mekanisme autophagi berperan untuk melakukan daur-ulang sel yang sudah rusak atau mati menjadi sel baru. Melalui konsep autophagy inilah, secara fisiologis, sel tubuh akan mengisolasi sel yang

telah rusak, sel mati, sel yang terinfeksi, dan juga sel yang terserang penyakit, kemudian menghancurkan bagian sel yang rusak tersebut menjadi sel yang tidak berbahaya atau melakukan daur ulang menjadi sel yang baru.

Selama proses autophagy, sel-sel akan membersihkan atau menghilangkan komponen-komponen sel yang tidak dibutuhkan lagi, sehingga autophagy juga disebut "sistem pembersihan". Melalui mekanisme kerja inilah, autophagy berperan penting dalam mencegah penyakit dan juga penuaan.

Seperti yang dilansir Jurnal Cell Metabolism, 2017; autophagy mempunyai peranan penting sebagai "sistem pembersihan" di sel hati, sel lemak, sel otak, dan sel otot, dengan demikian dapat mencegah terjadinya obesitas dan diabetes tipe-2.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved