Breaking News:

Berita Pidie

Warga Tangse Pidie Diamuk Gajah, Korban Kini Dirawat di Rumah Sakit

Saat korban mendekati pepohonan tempat gajah bersembunyi, satu ekor gajah jantan keluar dan menyerangnya sehingga korban terlempar.

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Taufik Hidayat
Africa Geographic
ILUSTRASI - Seekor gajah mengobrak-abrik perkebunan warga. 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - M Daud Sulaiman (55) warga Gampong Layan, Kecamatan Tangse, Pidie, Sabtu (22/5/2021) sekitar pukul 11.00 WIB, diamuk gajah.

Korban diamuk gajah saat menghalau Satwa Dilindungi itu yang masuk ke kebunnya di Gle Genteng Gampong Blang Pandak, Kecamatan Tangse.

Saat ini, M Daud dirawat di Puskesmas Tangse karena menderita patah rusuk.

"Saat kejadian, korban berusaha menghalau kawanan gajah tiga ekor dari kebunnya. Tapi, satwa langka itu justru bersembunyi rerimbunan kayu," kata mantan Imum Mukim Layan, Fakhruddin, kepada Serambinews.com, Sabtu (21/5/2021).

Namun, jelas Fakhruddin, saat M Daud dekat rerimbunan pepohonan kayu itu, satu ekor gajah jantan keluar menyerang M Daud sehingga korban terlempar.

Usai menyerang M Daud, gajah bergegas pergi meninggalkan korban. Jumlah gajah berkeliaran di Blang Pandak tiga ekor gajah dewasa. Tiga ekor gajah itu jinak sehingga susah dihalau.

"Kami perkirakan tiga ekor gajah liar dari CRU Mane yang telah dilepas setelah CRU itu bubar karena tidak memiliki dana untuk operasional," jelasnya.

Baca juga: 24 Jam Terkahir 135 Orang Terpapar Covid-19, Dirawat 2.000 Pasien

Baca juga: Pengendara CBR yang Tabrak Waled Ibrahim Ulee Titi Alami Pendarahan di Kepala Dirawat di RS Meuraxa

Baca juga: Gawat! Oknum Brigadir NS, Polisi Gresik yang Dilaporkan karena Meraba-raba Ibu Mertua, Ini Vonisnya

Baca juga: Wacana Piala Dunia 2 Tahun Sekali, 166 Federasi Mendukung dan 22 Menolak, Ini Sikap FIFA

Ia menambahkan, tiga ekor gajah itu diperkirakan telah empat bulan berkeliaran di empat gampong di Tangse. Adalah Gamponh Blang Pandak, Peunalom.Sa, Peunalom Dua dan Blang Dalam.

Sehingga ratusan hektare tanaman produktif seperti durian, pinang, pohon nangka dan palawija rusak total diobrak-abrik tiga ekor gajah itu. Petani tidak bisa berkebun sejak berkeliarannya tiga ekor gajah itu. Ekonomi masyarakat terpuruk karena tidak bisa memetik hasil dari kebun.

"Kami minta kepada BKSDA supaya menghalau gajah liar itu, karena sudah sangat meresahkan petani. Awalnya gajah itu berkeliaran di Gampong Krueng Meriam, Kecamatan Tangse," jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved