Berita Nagan Raya
Sembuh dari Covid-19 di Nagan Raya, Begini Cerita dr Rima Mellia
Setelah dinyatakan sembuh, wanita berusia 37 tahun sudah kembali bertugas melayani pasien di RSUD SIM milik Pemkab Nagan Raya.
Penulis: Rizwan | Editor: Taufik Hidayat
Laporan Rizwan | Nagan Raya
SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE - Dokter spesialis paru RSUD Sultan Iskandar Muda (SIM) Nagan Raya, dr Rima Mellia MKed (Paru) SpP, beberapa hari lalu dinyatakan sembuh dari paparan Covid-19.
Ia sebelumnya terkonfirmasi positif dari pasien yang ditanganinya di rumah sakit sehingga harus menjalani isolasi mandiri karena orang tanpa gejala (OTG).
Setelah dinyatakan sembuh, wanita berusia 37 tahun sudah kembali bertugas melayani pasien di RSUD SIM milik Pemkab Nagan Raya.
Lalu, bagaimana kisahnya sehingga paparan Covid-19 dapat dilalui sehingga kembali sembuh.
Saat diwawancarai Serambinews.com, Minggu (23/5/2021) melalui pesan WhasApp, dokter spesialis paru ini mengungkapkan tanggapannya terhadap Covid-19 serta cara-cara penanganan serta penjelasan terkait vaksinasi:
* Bagaimana menurut dokter terhadap penyakit Covid-19 tersebut?
# Covid ini penyakit menular dan butuh kerja sama semua pihak agar kasusnya bisa menurun.
* Dokter dua pekan lalu terjangkit positif Covid-19 dan bagaimana perasaannya?
# Bagaimana orang yang di sekitar saya, apakah ada yang punya gejala dan kemungkinan positif. Bagaimana orang tua saya yang tinggal serumah.
Baca juga: Halau Gajah dari Kebun, Petani Tangse Patah Tulang Rusuk Diamuk ‘Po Meurah’, Begini Kondisinya Kini
Baca juga: Alhamdulillah, Hari Ini 17 Warga Positif Covid-19 di Lhokseumawe Sembuh, Kasus Baru Nihil
Baca juga: Penjaga Tahanan Kemenkumham Jadi Formasi Terbanyak di Seleksi CPNS 2021, Simak Syarat Pendaftarannya
* Apa saja yang dokter lakukan selama menjalani isolasi mandiri sehingga kembali sembuh?
# Semangat dan yakin bahwa Allah memberikan yang terbaik. Meningkatkan asupan air putih, sayur, buah dan protein. Olahraga sambil berjemur setiap hari. Mengaji dengan suara dan ini merupakan salah satu latihan pernafasan untuk paru-paru dan minum obat secara teratur.
* Dokter sebenarnya sudah pernah menjalani vaksinasi Sinovac, tetapi kenapa bisa terjangkit positif Covid-19?
# Dari awal peneliti sudah menyebutkan vaksin Sinovac belum terbukti untuk mencegah terinfeksi virus SARS C0V-2. Akan tetapi dapat mencegah orang yang terinfeksi jatuh ke kondisi penyakit sedang dan berat. Vaksin ini salah satu ikhtiar saya untuk melindungi diri karena risiko saya terinfeksi sangat besar. Alhamdulillah dengan izin Allah vaksin ini melindungi saya sehingga gejala yang saya alami adalah gejala ringan saja. Mengenai vaksin dapat menyebabkan terinfeksi virus SARS COV-2 adalah pernyataan yang salah karena komponen vaksin Sinivac adalah virus yang dimatikan sehingga tidak akan bisa menginfeksi.
* Bagaimana menurut dokter bila ada warga yang positif baik yang dirawat di rumah sakit dan isolasi mandiri bisa cepat kembali sembuh?
# Yang pertama jika ada gejala atau pernah kontak dengan orang positif Covid jangan takut untuk memeriksa diri. Tujuan demi keselamatan diri dan orang yang kita sayangi. Jujur kepada dokter mengenai keluhan yang dialami, ikuti anjuran dokter, jika ada yang tidak jelas jangan ragu bertanya dan berdiskusi. Tingkatkan konsumsi air putih, sayur, buah dan sumber protein. Rutin olahraga ringan serta berjemur. Isolasi mandiri jangan digunakan untuk bermalasan tetap harus ada aktivitas fisik dan hindari kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan serta minum obat yang diberikan dokter secara teratur.
Baca juga: Penjaga Tahanan Kemenkumham Jadi Formasi Terbanyak di Seleksi CPNS 2021, Simak Syarat Pendaftarannya
Baca juga: VIDEO Pantai Pulo Dua Aceh Selatan Pemandangan Indah dengan Dua Pulau Berdampingan
Baca juga: Pedagang Pasar Lapangan SMEP Peunayong Sudah Pindah ke Pasar Al Mahirah Lamdingin Banda Aceh
* Menurut dokter apa saja yang perlu dilakukan warga sehingga paparan Covid-19 tidak terus meningkat khususnya di Nagan Raya?
# Anjuran pemerintah sudah sangat tepat hanya saja masyarakat kita mengabaikan. 5M itu Insya Allah akan menekan angka kejadian Covid.
* Bagaimana menurut dokter terhadap vaksinasi?
# Untuk menghadapi pandemi ini kita butuh pertahanan berlapis. Selain 5M, vaksin salah satu ikhtiar. BPPOM tidak akan sembarangan memberikan izin bagi vaksin yang akan digunakan masyarakat. Alhamdulillah di negara kita selain keamanan produk pemerintah juga mempertimbangkan kehalalan produk melalui keikutsertaan MUI. Jika ada kesempatan vaksin jangan ditolak. Diskusikan dengan dokter yang merawat jika anda menderita suatu penyakit.
Baca juga: Terkait Krisis Air PDAM, Humas PLTMH Lawe Sikap: Kami Tidak Sepenuhnya mengambil Jalur Sumber Air
Baca juga: 26 Mei 2021 Matahari Tepat di Atas Kabah, Waktu yang Tepat untuk Cek Arah Kiblat
Baca juga: Subulussalam Segera Buka Lowongan CPNS dan PPPK, Isu Putra Daerah Kembali Mencuat, Ini Kata BKPSDM
* Apa harapan dokter kepada warga terkait vaksinasi yang hingga kini masih terus digencarkan pemerintah?
# Jangan menolak vaksin. Manfaatnya untuk diri sendiri dan orang yang kita sayangi.
* Apa tangapan dokter kasus Covid-19 yang telah banyak merenggut nyawa manusia?
# Jangan menolak divaksin. Jangan menolak jika dokter menganjurkan pemeriksaan swab. Segera ke dokter jika memiliki gejala.
* Apa harapan dokter kepada petugas medis yang rentan terpapar karena selalu menangani pasien?
# Tetap semangat dan terus waspada. Dengan terus melaksanakan prosedur kesehatan secara ketat. Ada keluarga yang menanti di rumah.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rima-mellia.jpg)