Breaking News:

Ramadhan

Utang Puasa Bayar Lebih Dulu Baru Tunaikan Puasa Syawal, Ini Alasannya

Sebaiknya puasa syawal atau membayar qadha puasa terlebih dahulu kerap kali menjadi pertanyaan.

Editor: Nur Nihayati
Tribunnews.com
Ilustrasi Puasa 

4. Berbuka puasa Setelah seharian berpuasa (setiap Muslim wajib menyegerakan untuk berbuka puasa guna membatalkan puasanya). 

Pertanyaan yang banyak ditanyakan terkait puasa sunnah di bulan syawal adalah apakah lebih baik melakukan qhada puasa ramadhan atau puasa syawal dahulu?

Menurut Ustadz Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya, yang paling afdhol adalah ganti dulu 7 (puasa ramadhan yang ditinggalkan) setelah itu baru melakukan yang 6.

Tapi dalam ceramah itu pun, Ustadz Abdul Somad memberi tahu bahwa Kata Imam Abu Zakariah Al-Anshori dari Mazhab Syafe’i dikutip oleh Syekh ati’shahar dalam kitab fatawa al-azhar “bagi yang ada tinggal puasa, qadha saja 6 hari di bulan syawal otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal”.

Niatnya “Saya niat puasa qhada karna Allah ta’ala”, tidak perlu disebut sunnatnya otomatis dapat.

Dengan begitu, ketika umat muslim melakukan puasa qadha di bulan syawal maka ia otomatis mendapat pahala puasa sunnah syawal juga.

Hukum menggabungkan puasa Syawal dengan utang puasa Ramadan 

Mengutip Lembaga Fatwa Mesir dari Kompas.com, ulama Mesir Dr. Ali Jumah Muhammad menuturkan bahwa ulama fiqih membolehkan untuk menggabungkan utang puasa dengan puasa sunah lainnya.

Namun, niat yang dilakukan adalah niat mengganti utang puasa.

Bagi perempuan yang memiliki utang puasa Ramadan lantaran uzur atau karena suatu hal, dapat menggantinya bersamaan dengan puasa Syawal.

Mengutip dari SuryaMalang Kapan Mulai Puasa Syawal? Hari ke Berapa Setelah Lebaran & Hukum Menggabungkan dengan Utang Puasa, mereka yang menggabungkan puasa Syawal dengan puasa untuk mengganti utang puasa Ramadan tetap akan mendapat pahala kesunahan puasa Syawal.

Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam as-Suyuti dalam al-Asybah wa an-Nadhairi.

“Jika seseorang mengganti puasa Ramadhan, puasa nazar, atau puasa kafarat pada bulan Arafah dan menggabungkannya dengan niat puasa Arafah, maka al-Barizi berfatwa bahwa hal itu sah dan dia mendapatkan pahala keduanya.” dikutip dari KompasTV.com artikel 'Bolehkan Menggabungkan Puasa Syawal dan Mengganti Utang Puasa Ramadan? Begini Penjelasannya'.

Meski dibolehkan, ar-Ramli dalam Nihayatul Muhtaj berpendapat bahwa mereka hanya mendapatkan pahala kesunahan dari puasa enam hari Syawal, bukan pahala utama yang sempurna, yakni pahala puasa setahun penuh.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Mataram
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved