Breaking News:

Opini

Perang, Damai

Selagi tonton dan doakan korban perang, orang Aceh masih genggam satu sikap optimistik: Pat ujeuen nyang han pirang

Perang, Damai
IST
Muhammad Yakub Yahya Admin website aceh.kemenag.go.id Kanwil Kemenag Aceh

Oleh Muhammad Yakub Yahya

Admin website aceh.kemenag.go.id Kanwil Kemenag Aceh

Selagi tonton dan doakan korban perang, orang Aceh masih genggam satu sikap optimistik: Pat ujeuen nyang han pirang, pan prang nyang han reuda. Kata manusia, dia bisa merekayasa sendiri masa depannya.

Kalau umat manusia bisa mengharap keadilan atau tiran, maka setiap manuisa pun berhak pula menentukannya.

Secercah harapan manusia mutlak perlu untuk menutupi himpitan ketakutannya. Perdamaian akan selalu lahir setelah pertempuran dan pemberontakan membosankan. Dinamika kehidupan memang bagian dari skenario Allah. Namun Dia selalu amat piawai dalam perekayasaan. Wallaahu khairul maakirin.

Di buana mungil ini, selalu ada sebidang taman indah surga yang akan mengimbangi sepetak jurang terjal neraka. Jika satu belahan bumi sedang damai, maka ada belahan lain yang sedang bertempur. Andai kata sejengkal bumi di sini masih kemelut, maka sejengkal dunia di sana ada yang sudah dan terus aman. Lewat lembaran kelabu sejarah manusia, terekam bahwa perang dan damai senantiasa ada. Sejak anak Adam menyebar ke pelosok sudut dunia, perang damai telah dicatat. Babak demi babak silih berganti, lagee sinetron.

Tatkala Aceh, Ambon, Afghanistan, Irak, Myanmar, Bosnia, atau Palestina masih terus merah, yakinlah di wilayah lain sudah putih. Sebaliknya, ketika di sini dulu aman, di kawasan lain sedang bergolak dahsyat. Besok atau lusa roda sejarah akan berputar dan bergulir lagi. Perundingan di meja dialog terus mengimbangi pertempuran di bebukitan, perkampungan, atau perkotaan.

Misal ketika Abu Nawas sedang bercengkerama--kira-kira begitulah hikayatnya--tentang berapa bintang di langit istana Harun Ar-Rasyid pada era dinasti Bani Abbas, saudara kita Muslimin Maroko (Hispano

Morish) sedang menghitung mayat di Spanyol. Ketika Muslim Moro-Mindanau, Kosovo, atau Chechnya dalam ras Kaukasoid sedang dibantai, maka ada Muslimin di ras Negroid atau Melayu dalam ras Mongoloid, sedang memintal bait-bait doa dalam kedamaian. Saat Aceh konflik (dan tsunami), jutaan umat panjatkan doa saat musim haji. Kini Gaza dan wilayah sah Palestina yang dijajah dan dirampok bangsa ilegal Israel, dengan sokongan Barat yang munafik akan standar HAM, sedang didoakan umat sedunia.

Manusia kadang pandai, atau memang sok pandai, karena kegelepan dan sinar bisa saja diklaim buatan manusia. Maknanya, setelah Allah ciptakan malam, manusia belajar merancang lampu, membakar lilin; Tuhan anugerahi hutan, datang membabat, mengundulinya, lantas membikin olahan dan perabot. Allah anugerahi nyawa, manusia mengimbanginya dengan peluru dan senjata.

Halaman
123
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved