Breaking News:

Salam

Selamat Jalan Pak Syam, Pribadi yang Menyenangkan

Mantan Gubernur Aceh, Prof Dr H Syamsuddin Mahmud meninggal dunia pada Sabtu (22/5/2021) di ruang Pinere Rumah Sakit Umum

Editor: hasyim
Kloase Foto SERAMBINEWS.COM/ Dinas Perpustakaan dan Kerasipan Aceh via Wikipedia
Prof Dr H Syamsuddin Mahmud, Mantan Gubernur Aceh Periode 1993-2000 Meninggal Dunia di RSUDZA 

Mantan Gubernur Aceh, Prof Dr H Syamsuddin Mahmud meninggal dunia pada Sabtu (22/5/2021) di ruang Pinere Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh dalam usia 87 tahun. Ahli moneter Indonesia ini menjabat Gubernur Aceh pada periode 1993-2000. Semoga Allah Swt memberi tempat terbaik di sisi-Nya.

Proses fardhu kifayah terhadap jenazah Prof Syamsuddin Mahmud dilakukan di rumah sakit dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Dimandikan dan dishalatkan di rumah sakit. Jenazah Prof Syamsuddin Mahmud dikebumikan di desa asalnya, Meunasah Dayah Gampong Lada, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie.

Ratusan warga baik keluarga, teman, murid, dan kolega mengantar jasad almarhum ke tempat peristirahatan terakhir di lokasi kuburan Cot Peureulak, Gampong Lada. Kepergian Pak Syam, begitu nama sapaannya, tentu membuat kita semua mengenang kehidupannya yang sangat baik. Pak Syam adalah sosok yang penuh integritas dalam mengemban setiap pekerjaan yang diamanahkan kepadanya.

Masyarakat Aceh mencatat begitu banyak kenangan semasa alrmarhum menjadi dosen di Universitas Syiah Kuala maupun saat beliau menjadi pejabat di Pemerintahan Aceh hingga saat menjadi Gubernur Aceh selama tujuh tahun. Maka, ketika Pak Syam tiba-tiba menghadap Sang Khalik, kita merasa betul ditinggalkan oleh seorang tokoh yang penuh integritras.

Pak Syam adalah sosok yang tergolong sangat tegas serta memiliki semangat antikorupsi yang tinggi. “Innalillahi wainnailaihi raji’un. Atas nama pribadi, keluarga, Pemerintah Aceh, dan seluruh masyarakat Aceh, kami menyampaikan duka mendalam,” kata Gubernur Aceh, Nova Iriansyah. Nova berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan.

Di mata Nova Iriansyah, almarhum Syamsudin Mahmud adalah tokoh Aceh yang sangat besar jasanya dalam membangun dan memajukan Provinsi Aceh ini. Karena itu, meninggalnya beliau menjadi suatu kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Nova menyerukan seluruh masyarakat Aceh untuk berdoa kepada almarhum. “Mari sama-sama kita mengirimkan doa, insya Allah almarhum mendapatkan balasan syurga dari Allah Swt,” kata Nova. Rektor Universitas Syiah Kuala Prof Dr Ir Samsul Rizal MEng mengingat banyak tentang kiprah Pak Syam semasa hidup.

“Beliau merupakan guru kita bersama dan juga merupakan putra Aceh yang ahli moneter. Bahkan di Universitas Syiahkuala, beliau merupakan doktor (lulusan S3) pertama.” Yang peling penting, dalam cacatan Rektor USK itu, Pak Syam juga salah seorang yang banyak menyumbang literasi untuk Aceh. Syamsuddin Mahmu merupakan guru besar yang tergolong sangat produktif menulis buku dan artikel. Sepanjang karirnya di pemerintahan, Pak Syam banyak dipercaya memimpin lembaga, organisasi, bahkan tim penting di Aceh. Antara lain menjabat sebagai Ketua Bappeda Aceh, mempin lembaga pendidikan pasca sarjana di USK.

Dalam berbagai jabatan tersebut, kita catat salah satu warisan penting PaknSyam bagi Aceh bahkan Indonesia adalah pemikirannya tentang mengembangkan ekonomi dengan keberpihakan pada rakyat. Oleh sebab itulah, catatan penting tentang Pak Syam harusnya juga kita wariskan kepada generasi Aceh selanjutnya. Tidak cukup, misalnya, cuma membuat Syam Corner di Fakultas Ekonomi USK, tapi lebih dari itu pemikirannya harus diabadikan secara menumental. Prof Syamsuddin Mahmud adalah pribadi yang menyenangkan. Meski bergelar guru besar, belia tetap tampil merakyat dan wajah yang selalu berhias senyum. Tapi, Pak Syam memiliki sikap yang tegas dalam menentukan kebijakan pembangunan.

Banyak kebiasaan salah kaprah yang beliau ubah dalam hal kebijakan penganggaran di Aceh selama ia mempin Bappeda dan menjabat Gubernur Aceh. Sekali lagi, selamat jalan Pak Syam. Inna Lillahi wa inna ilaihi rajiun.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved