Breaking News:

Update Corona di Aceh

Varian Baru Virus Corona Belum Ditemukan di Aceh, Ini Penjelasan Kepala Balai Litbangkes

“Dari 23 spesimen yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota yang dikirim Balai Litbangkes Aceh, hasilnya belum ditemukan Varian of Concern (VoC),”

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Zaenal
FOR SERAMBINEWS.COM
Dr. Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH, Kepala Balai Litbangkes Aceh, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI 

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Kepala Balai Litbangkes Aceh, Dr Fahmi Ichwansyah, S.Kp, MPH menyampaikan bahwa Variant of Concern (VoC) Covid-19 belum ditemukan di Aceh.

Hal ini diketahui setelah berkoordinasi dengan Pusat Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan (BTDK), Balitbangkes Kementerian Kesehatan RI.

Fahmi menyebut, belum ditemukannya varian baru Covid-19 di Aceh itu setelah pihaknya menerima surat dari Kepala Pusat BTDK, Dr dr Vivi Setiawaty, M Biomedis pada tanggal 22 Mei 2021.

“Dari 23 spesimen yang berasal dari berbagai Kabupaten/Kota yang dikirim Balai Litbangkes Aceh, hasilnya belum ditemukan Varian of Concern (VoC),”kata Fahmi dalam keterangannya yang diterima Serambinews.com, Senin (24/5/2021).

Baca juga: Cegah Penyebaran Covid-19, MIN Model Banda Aceh Terapkan Pembagian Kelas

Baca juga: Kisah Keluarga Terpapar Covid-19, Bayi 10 Bulan Diletakkan di Teras dan Dijemput Tetangga

Baca juga: Positif Baru Covid-19 Tambah 104 Orang

Artinya, kata Fahmi, mutasi varian Inggris; B.1.1.7, Afrika Selatan; B.1.351 dan India; B.1.617 belum ditemukan di Provinsi Aceh.

Ia mengatakan, 23 spesimen itu dikirim untuk dilakukan surveillance Genom Virus SARS CoV-2 sebagai tindak lanjut pemeriksaan specimen positif Covid-19 dengan Whole Genome Sequensing (WGS).

Secara nasional update WGS di laporkan Badan Litbangkes Kemenkes RI pertanggal 21 Mei 2021.

Jumlah genom sequence: 1.749 sequences, total kasus dengan VoC 54 kasus dengan rincian, varian B.1.1.7; 18 kasus, varian B.1.351; 4 kasus dan varian B.1.617; 32 kasus.

Daerah sebaran kasus lokal ada di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Kalteng, Kalsel dan Bali.

"Sumber masuknya varian ini dari perjalanan luar negeri," kata Fahmi.

Baca juga: Bupati Minta Posko Covid-19 Desa Diaktifkan Kembali, Ini Tujuannya

Baca juga: Bapak Berwudhuk Sebelum Masuk Ruang ICU, Kemudian Meninggal Karena Covid-19

Baca juga: Masyarakat Kurang Peka Terhadap Lonjakan Kasus Corona

Fahmi juga menyampaikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan 17 lembaga yang masuk dalam jejaring laboratorium surveillance genom SARS CoV-2.

Laboratorium-laboratorium ini memiliki kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) yang sudah dilatih dan peralatan untuk melakukan sequencing.

Balai Litbangkes Aceh termasuk salah satu laboratorium tersebut. (*)

IKUTI KAMI DI GOOGLE NEWS

Baca Juga Lainnya:

Baca juga: RSUD Nagan Raya Rawat 6 Pasien Positif Covid-19, Delapan Lainnya Status Probable

Baca juga: Pendaftaran Murid Baru di SDN 1 Banda Sakti Membludak, Sore Ini Langsung Diumumkan Kelulusan

Baca juga: Lawan Israel, Ratusan Nomor WhatsApp Orang Israel Dibocorkan oleh Hacker Indonesia

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved