Breaking News:

Jamaah Haji Tahun Ini Usia 18-60 Tahun

Kementeris Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengatakan, untuk pertama kalinya Arab Saudi mengizinkan 60 ribu orang dari seluruh dunia

Editor: bakri
Jamaah Haji Tahun Ini Usia 18-60 Tahun
FOR SERAMBINEWS.COM
Khoirizi

JAKARTA - Kementeris Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi mengatakan, untuk pertama kalinya Arab Saudi mengizinkan 60 ribu orang dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun ini. Dilansir dari Siasat Daily, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi calon jamaah haji. Seperti batas usia 18-60 tahun, tidak dirawat di rumah sakit dalam enam bulan terakhir sebelum berangkat haji, sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19, dan harus menjalani karantina.

Kementerian Agama (Kemenag) RI masih belum menerima pemberitahuan resmi mengenai Arab Saudi akan memberi izin secara terbatas bagi jamaah di luar negaranya untuk beribadah haji tahun ini."Jika benar  Saudi membuka pemberangkatan haji 1442 Hijriah untuk jamaah dari luar negaranya--meski kuotanya terbatas--tentu ini harus kita syukuri. Alhamdulillah, karena jamaah Indonesia juga sudah menunggu lama, apalagi tahun lalu juga tertunda," jelas Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Khoirizi, di Jakarta, Senin (24/5/2021), seperti dilansir Tribunnews.com dari laman resmi Kemenag.

Namun demikian, menurut Khorizi, sampai saat ini pihaknya belum menerima pemberitahuan secara resmi tentang dibukanya pemberangkatan bagi jamaah di luar Saudi. Khoirizi memastikan Ditjen PHU terus berkoordinasi dengan perwakilan Indonesia di Saudi untuk mendapat perkembangan informasi resmi dari Khadimul Haramain. "Info resmi itu penting sebagai rujukan pemerintah dalam mengambil kebijakan serta persiapan dan mitigasi penyelenggaraan haji tahun ini," ujarnya.

Khoirizi menambahkan, Kemenag pada pertengahan pekan lalu juga sudah berkoordinasi dengan WHO Indonesia dan Kemenkes untuk membahas masalah vaksin Sinovac yang digunakan jamaah Indonesia. Dalam kesempatan yang sama, Kemenag juga berkoordinasi dengan pihak Kementerian Luar Negeri RI.

"Para pihak dalam rapat koordinasi tersebut mengkonfirmasi bahwa belum ada informasi resmi apapun dari Saudi terkait penyelenggaraan ibadah haji, termasuk soal vaksin, penerbangan, dan lainnya," papar Khoirizi. "Sesuai arahan Menag Yaqut Cholil Qoumas, kita akan terus melakukan persiapan dan proses mitigasi, hingga ada kepastian dari Saudi," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Kesehatan Arab Saudi menyatakan mengizinkan jamaah haji luar negeri untuk ikut menunaikan ibadah haji 2021 pada Juli mendatang. Tapi, jumlah jamaah haji akan berada dalam skala yang lebih kecil dibanding seebelum pandemi Covid-19. ”Sebanyak 45 ribu jamaah dari luar negeri akan dialokasikan dan 15 ribu dari dalam Kerajaan,“ kata Kementerian Kesehatan.

Dilansir dari Siasat Daily edisi Senin (24/5/2021), Kemenkes Arab Saudi mengatakan ini untuk pertama kalinya Arab Saudi mengizinkan 60 ribu orang dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji tahun ini. Dilansir dari Siasat Daily, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi calon jamaah haji. Seperti batas usia 18-60 tahun, tidak dirawat di rumah sakit dalam enam bulan terakhir sebelum berangkat haji, sudah menerima dua dosis vaksin Covid-19, dan harus menjalani karantina.

Menanggapi informasi Kemenkes Arab Saudi, Ketua Komisi VIII DPR RI, Yandri Susanto, meminta pemerintah melalui Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, untuk meningkatkan diplomasi kepada pemerintah Arab Saudi terkait kuota jamaah Haji 2021. "Kita dari awal waktu rapat kerja dengan Menteri beberapa kali termasuk rapat Panja Haji, diplomasinya mungkin perlu ditingkatkan ya," ujar Yandri, kemarin.

Yandri mengungkapkan, beberapa anggota Komisi VIII bahkan mengingingkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) turun langsung berkomunikasi dengan Raja Salman. Kedua pemimpin negara tersebut memiliki hubungan yang cukup dekat. Faktor tersebut bisa dijadikan agar Indonesia mendapatkan slot untuk memberangkatkan jamaah Haji 2021.

"Kalau misalkan negara lain mengirimkan calon jamaah haji, sementara Indonesia tidak mengirimkan itu menurut saya ada sesuatu yang sangat kurang di Tanah Suci," ucap Yandri. "Maka komunikasi antara kepala negara dengan kepala negara mungkin bisa lebih mempercepat kepastian bahwa Indonesia punya hak juga untuk mengirimkan di antara 60 ribu jamaah haji tahun ini," ujar politikus PAN itu.

Ia juga mengatakan akan memastikan hal ini dalam rapat dengan Menag Yaqut. "Kita akan raker (rapat kerja) dengan Menteri Agama tanggal 31 Mei, hari Senin pekan depan," katanya. Pihaknya akan meminta kepastian keberangkatan jamaah Indonesia dalam raker itu. Termasuk persiapan teknis dan non-teknis jika jamaah Indonesia termasuk di antara 60 ribu yang diizinkan Arab Saudi itu. (tribun network/srihandriatmo malau/chaerul umam/sam/Siasat Daily/AAJ TV/ Saudi Gazette)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved