Breaking News:

Luar Negeri

Pakar Roket Hamas Ternyata Profesor Kampus Amerika, Sudah Siapkan 1.000 Pengganti sebelum Meninggal

Dua pakar roket Hamas yang tewas dalam perang Israel Hamas selama 11 hari ternyata merupakan seorang profesor dan putranya.

Editor: Faisal Zamzami
The Times of Israel
TERNYATA Pakar Roket Hamas Profesor di Kampus Amerika, Siapkan 1.000 Pengganti sebelum Tewas. Hamas dan roket andalannya Qassam 

SERAMBINEWS.COM - Dua pakar roket Hamas yang meninggal dunia dalam perang Israel- Hamas selama 11 hari ternyata merupakan seorang profesor dan putranya.

Mereka adalah Profesor Jamal Al Zebda (64) dan putranya yang sudah jadi warga negara Amerika Osama al-Zebda (33).

Identitas ayah dan anak tokoh penting dalam pengembangan roket Hamas ini diungkap Joe Truzman, kontributor Foundation for Defense of Democracies Long War Journal (FDD) dalam berita yang diterbitkan pekan lalu.

"Seorang warga negara Amerika yang dikenal sebagai Osama al-Zebda bertempur dengan Brigade Izz ad-Din al-Qassam Hamas selama konflik baru-baru ini,'' tulis Joe Truzman.

Sebelumnya otoritas Amerika sudah memasukkan Osama al-Zebda dalam daftar teroris.

S
Duel Iron Dome vs roket Hamas: Roket yang ditembakkan Hamas dari Jalur Gaza 14 Mei 2021 (kanan) disambut antirudal Iron Dome milik Israel (afp)

Beberapa dekade terakhir, banyak warga Amerika bergabung dengan kelompok teroris dan beberapa terbunuh dalam pertempuran di luar negeri.

Yang paling terkenal adalah Adam Gadahn, tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS saat memerangi Al Qaeda.

Senin 24 Mei 2021, Hamas memutar video pertemuan Osama al-Zebda dengan komandan Hamas Yahya Sinwar.

Dalam video tersebut Yahya Sinwar juga menggendong seorang balita yang menenteng senjata AK-47.

Kematian Jamal Al Zebda dan putranya Osama Al Zebda juga dipublikasikan di media Palestina.

Disebutkan kedua sosok penting di balik perkembangan roket Hamas tewas dalam serangan udara Israel pada 12 Mei.

Joe Truzman adalah pakar senior tentang kelompok militan dan teroris, khususnya yang meliput Gaza.

“Osama al-Zebda tampaknya telah menjadi target serangan militer Israel (Israel Defence Forces/IDF) di Gaza. Beberapa komandan dan militan Hamas tingkat menengah dilaporkan tewas selama operasi 10 hari itu," tulis Joe Truzman. 

Baca juga: Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh Sampaikan Terima Kasih ke Iran, Siap Mempertahankan Jerusalem

Baca juga: Orang Kedua Hamas Muncul di Depan Publik Gaza, Perdana Menteri Israel Apresiasi Dukungan AS

Nasser Atta, seorang jurnalis dan ahli mencatat bahwa “profesor Jamal Al Zebda, 64 tahun, adalah kepala departemen pengembangan roket di Hamas… Dia lulus dari universitas AS dan putra tertuanya Osama, 33 tahun, adalah warga negara AS yang adalah seorang insinyur di departemen roket; keduanya tewas oleh serangan udara Israel di Gaza 10 hari lalu. "

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved