Breaking News:

Berita Kutaraja

Siap-siap, Banda Aceh Mulai Kenakan Kantong Plastik Berbayar saat Belanja, Ini Besaran Harganya

Salah satu sorotan dalam kebijakan tersebut adalah mengimbau kepada pemilik usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara gratis kepada konsumen

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Saifullah
For Serambinews.com
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Keindahan dan Kebersihan Kota (DLHK3) Banda Aceh, Hamdani Basyah, SH. 

Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dalam rangka menyikapi isu Indonesia darurat sampah dan sampah plastik, Pemerintah Kota Banda Aceh meluncurkan kebijakan kewajiban pembatasan penggunaan kantong plastik di supermarket, swalayan, dan mall.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Keindahan dan Kebersihan Kota atau DLHK3) Banda Aceh, Hamdani Basyah, SH mengatakan, kebijakan pembatasan kantong plastik di supermarket, swalayan, dan mall akan diluncurkan pada 5 Juni 2021, tepat pada Hari Lingkungan Hidup sedunia.

Salah satu sorotan dalam kebijakan tersebut adalah mengimbau kepada pemilik usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara cuma-cuma kepada konsumen.

“Kita imbau kepada pemilik usaha untuk tidak memberikan kantong plastik secara cuma-cuma kepada konsumen, tetap memberikan biaya tambahan seharga Rp 500 perlembar atas plastik tersebut,” ujar Hamdani, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, pemilik usaha diminta untuk membuat pengumuman secara tertulis yang memuat jenis dan harga kantong plastik, kantong belanja ramah lingkungan, serta satu hari tanpa kantong plastik.

Baca juga: Cegah Abrasi, Pesisir Jangka Perlu Dipasangi Batu Pemecah Ombak

Baca juga: Update Corona Hari Ini Bertambah Lagi 6 Warga Lhokseumawe Positif Covid-19, Totalnya Capai 677 Kasus

Baca juga: Viral Pemuda Nangis saat Melepas Kakak Perempuan Menikah, Ternyata Begini Kisahnya

“Kita juga minta agar menetapkan setiap hari Senin sebagai hari tanpa kantong plastik,” lanjutnya.

Ia juga mengimbau dan menganjurkan konsumen untuk membawa tas ramah lingkungan yang dapat dipakai berulang-ulang saat berbelanja.

Adapun uang hasil penjualan kantong plastik dikelola sendiri oleh pemilik usaha dan dapat dikeluarkan dalam bentuk program CSR.

“Diharapkan dengan kebijakan ini dapat membangun partisipasi masyarakat untuk berperan serta dalam perlindungan lingkungan hidup dan mengurangi beban serta memperpanjang usia TPA,” ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved