Breaking News:

Berita Bireuen

Jernang Tanaman Hutan dan Mudah Tumbuh, Nilai Jualnya Tinggi

Jernang adalah tanaman yang tumbuh subur di hutan juga mudah tumbuh di tempat ketinggian, nilai jualnya tinggi.

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Taufik Hidayat
Dok Distan Bireuen
Tim komisi B DPRD-SU, Kamis (27/05/2021) sedang mendengar paparan dari Kadistan Bireuen dan Jamal tentang tanaman jernang milik M Jamal di Gampong Alue Sijuk, Peudada, Bireuen. 

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Jernang adalah tanaman yang tumbuh subur di hutan juga mudah tumbuh di tempat ketinggian, nilai jualnya tinggi.

Hal tersebut disampaikan Jamal (35)  dalam pertemuan dengan tim Komisi B DPRD-SU saat berkunjung ke Gampong Alue Sijuk, Peudada dan selanjutnya ke tempat pengolahan tepung jernang juga miliknya bersama temannya di Gampong Cot Tarom Baroh, Jeumpa, Bireuen, Kamis (27/05/2021).

Dalam paparannya di hadapan anggota DPRD-SU  Jamal mengatakan, bibit jernang miliknya jenis Dragon Blood merupakan tanaman  hutan yang sangat mudah tumbuh ditempat ketinggian 200 Mdpl, semakin tinggi semakin bagus.

Tanaman jernang juga dapat ditanam tumpang sari dengan tanaman lain seperti kopi, lamtoro, pete cina. Sedangkan bibit diperoleh dari kebun indukan milik sendiri sejak lama, jernang bisa dipanen pada umur 3 tahun.

Jamal juga mengatakan, harga buah jernang saat ini dibeli dari masyarakat Rp 200-250/kilogram.

"Masa puncak panen jernang 6 bulan sekali, tetapi juga ada masyarakat butuh biaya, sudah dipetik saat buahnya masih buah kecil, dari satu batang bisa tumbuh 10 anakan nantinya," terang Jamal.

Baca juga: Dipaksa Nikah Siri, Siswi SMP di Sumenep Berakhir Tragis, Tewas dengan Mulut Berbusa

Baca juga: Bagi Kelompok Tani Pemula Jagung, Ada Bantuan Gratis dari Distanbun Aceh

Baca juga: Tiga Terdawa Minta Keringanan Hukuman, Sidang 81 Kg Sabu di Aceh Timur

Baca juga: Lowongan Kerja PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi Terbaru, Simak Syaratnya

Usai di lokasi pembibitan, rombongan DPRD-SU  langsung  ditempat pengolahan jernang jadi tepung, usaha pengolahan tepung jernang sudah berjalan tahun ke empat.

Disebutkan, dalam sehari mereka dapat memproduksi tepung Jernang sebanyak 50-70 kilogram.

Menghasilkan 50 kilogram tepung, butuh bahan baku jernang kualitas biasa sampai 200 kilogram, jernang mencapai 238 kilogram akan jadi tepung sekitar 54 kilogram.

Bahan baku buah jernang biasa dibeli dari petani khususnya di seluruh Aceh, harga beli  Rp 200 - 230 ribu/kilogram, jernang ukuran kecil atau masih berbunga harga beli sekisar Rp 120  -130 ribu/kilogram.

Sedangkan Jernang kualitas bagus seberat 3 kilogram  dapat tepung 1 kg, harga  beli 1 kilogram Rp 1 juta lebih, selanjutnya tepung jernang tersebut dijual ke Medan dengan harga berkisar  Rp 2,4 juta/kilogram, papar Jamal yang didampingi Dani Fauzan.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved