Breaking News:

Jurnalisme Warga

Kedermawanan Masyarakat Aceh Mendunia Hingga ke Palestina

MASYARAKAT Aceh merupakan masyarakat yang sangat religius, di mana kebudayaan melekat dengan ajaran Islam

FOR SERAMBINEWS.COM
ZULFURQAN, Kepala Cabang ACT-MRI Aceh, alumnus Dayah Jeumala Amal 2012, dan Anggota FAMe, melaporkan dari Banda Aceh 

OLEH ZULFURQAN, Kepala Cabang ACT-MRI Aceh, alumnus Dayah Jeumala Amal 2012, dan Anggota FAMe, melaporkan dari Banda Aceh

MASYARAKAT Aceh merupakan masyarakat yang sangat religius, di mana kebudayaan melekat dengan ajaran Islam. Pepatah mengibaratkan adat ngon hukom lagei zat ngon sifeut, artinya hukum dan adat ibarat zat dan sifat. Maknanya kedua hal tersebut tidak dapat dipisahkan. Termasuk penerapan ajaran Islam untuk bersedekah itu sudah menjadi kebiasaan sehari-hari. Masyarakat Aceh memiliki sifat ingin memberi dibandingkan harus menerima.

Inilah salah satu kelebihan masyarakat Aceh. Sejarah kedermawanan (filantropi) masyarakat Aceh sudah terukir dari ratusan tahun lalu hingga kini. Bukti sejarah kedermawanan masyarakat Aceh yang lebih banyak dikenal orang seperti kisah sumbangan emas untuk monumen nasional (Monas) di Jakarta.

Sebanyak 28 kilogram emas di puncak Monas dari total bobotnya lebih 30 kilogram merupakan sumbangan Teuku Markam yang berasal dari Aceh. Kemudian, kisah heroik Nyak Sandang, salah satu penyumbang pembelian pesawat pertama Republik Indonesia, Dakota RI-001 Seulawah, cikal bakal berdirinya perusahaan pelat merah Garuda. RI-001 Seulawh berperan penting dalam memperjuangkan hak rakyat atas kemerdekaan. Kemudian sedekah jariah oleh Habib Bugak Al Asyi di Makkah dengan nilai berlipat ganda sudah serta bisa dinikmati jamaah haji. Baru-baru ini juga masyarakat Aceh melalui Global Wakaf Aksi Cepat Tanggap (ACT) telah membangun dua unit sumur wakaf di Gaza, Palestina.

Lokasinya berada di Kota Al- Musaddar Jalur Gaza. Terdapat 14.000 jiwa warga Palestina dari kalangan prasejahtera. Satunya lagi dibangun di Alshayma, Beit Lahia, Gaza Utara, dengan jumlah penduduk di Beit Lahia 15.000 jiwa. Namun, akibat blokade dan serangan zionis Israel menyebabkan kemiskinan dan rusaknya tekstur tanah. Dampaknya, masyarakat tidak sanggup membangun sarana air bersih yang layak.

Belum lagi ditambah kurangnya pasokan listrik Hadirnya sumur wakaf ureung Aceh itu alhamdulillah telah meringankan beban derita mereka. Masyarakat Palestina sangat membutuhkan sumber air setelah Israel mengeksploitasi sumber daya alam Palestina. Kini Israel mengusai sektor sumber daya alam dan mendistribusikan lebih dari empat kali lebih banyak kepada pemukim Israel di tanah Palestina, dibandingkan untuk rakyat Palestina sendiri. Akibatnya, masyarakat Palestina terpaksa mengonsumsi air yang telah tercemar. Di Gaza setiap jiwa mengonsumsi sekitar 90 liter air yang 80 liternya adalah air tercemar.

Latar belakang ini menguatkan ACT untuk mengajak masyarakat membangun sumur wakaf ureung Aceh di sana. Alhamdulillah, sumur wakaf yang menabalkan bahasa Aceh itu sudah bisa dinikmati menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Air dari sumur itu pun bisa dinikmati penuh sukacita di bulan Ramadhan ini. Ditambah pendistribusian paket pangan dari ACT ke sana. Dengan penuh rasa syukur kedermawanan masyarakat Indonesia umumnya bisa dinikmati berkelanjutan oleh masyarakat baik berupa dari segi pangan, medis, dan infrastrukturnya.

Ajakan-ajakan membantu muslim Palestina terus digelorakan tanpa mengesampingkan membantu saudara yang membutuhkan di Aceh maupun hingga ke tingkat nasional. Di Aceh sendiri pada tahun 2020 jumlah penerima manfaat dari program ACT mencapai 131.060 dari berbagai kemitraan lokal, nasional, hingga internasional seperti Turki. Saudara muslim diikat oleh iman, ketika muslim di belahan bumi menderita, muslim di belahan bumi Aceh misalnya ikut merasakannya. Hadirnya syekh-syekh asal Palestina ke Aceh di bulan Ramadhan mengabarkan langsung kondisi terkini di bumi Palestina. Rasa sedih dan duka mendalam dirasakan oleh masyarakat Aceh tatkala mendengar langsung kondisi Palestina.

Bahkan di antara masyarakat tak segan- segan membuka kalung emasnya, cincin, maupun anting untuk disalurkan kepada Palestina. Tanggung jawab mendukung kemerdekaan Palestina merupakan tanggung jawab seluruh muslim di dunia. Di sana terdapat Masjidil Aqsha, salah satu dari tiga masjid paling mulia di dunia. Beribadah di Masjidil Aqsha akan Allah lipat gandakan pahalanya. Sayangnya, seluruh syekh yang saya tanyas, seumur hidup mereka belum pernah bisa masuk ke masjid tersebut akibat dijaga ketat oleh tentara Israel.

Di Ramadhan tahun lalu bahkan, seorang penyumbang menyedekahkan 13,3 gram mahar pernikahan dari suaminya dalam amplop berisi surat emas beserta sepucuk surat kemanusiaan tanpa identitas pengirimnya. Isi suratnya menyampaikan, karena saking cintanya kepada mahar dari suaminya, ia sedekahkan agar ia bisa mengambilnya kembali di akhirat kelak.

Dalam sebuah hadis disebutkan bahwa apabila seseorang meninggal dunia, maka permintaannya agar dihidupkan kembali oleh Allah Swt agar punya kesempatan untuk bersedekah. Begitulah dahsyatnya bersedekah dengan balasan hingga 700 kali lipat, apalagi di bulan suci Ramadhan. Balasan sedekah sangatlah dahsyat hingga seseorang yang meninggal ingin dihidupkan kembali hanya untuk bersedekah.

Dalam Surah Almunafiqun ayat 10 Allah berfirman,”Wahai Tuhanku, sekiranya Engkau berkenan menunda [kematian]ku sedikit waktu lagi, maka aku dapat bersedekah.” Dalam sebuah hadis riwayat Imam Ahmad, Nabi Muhammad saw bersabda, “Setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya, hingga diputuskan perkaraperkara di antara manusia.” Banyak kisah “ajaib” dirasakan oleh teman-teman dari lembaga kemanusiaan seperti ACT terkait balasan Allah.

Contoh terkini misalnya, saat berbagai komunitas menggalang donasi untuk disalurkan kepada korban bencana ke Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui ACT, di saat bersamaan Allah gerakkan hati mitra ACT asal Turki menyalurkan bantuannya untuk masyarakat Aceh. Jumlah penerima manfaat bantuan asal Turki dalam 10 Ramadhan pertama mencapai 4.803 orang. Patut kita syukuri bahwa dengan segala hal tentang Aceh, kita masih bisa selalu hadir membersamai saudarasaudara yang membutuhkan, baik di Aceh hingga ke berbagai berbagai belahan dunia.

Marilah kita isi hari-hari kita dengan amalan sedekah terbaik. Sesungguhnya harta yang kita miliki adalah harta yang kita sedekahkan. Itulah salah satu investasi akhirat kita tanpa ada risiko rugi sedikit pun. Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad saw bersabda, “Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat.

Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba-Nya itu suka menolong saudaranya.”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved