Breaking News:

Opini

Kegelisahan Jerman-Yahudi dan Tangisan Palestina

Palestina merupakan wilayah suci dan tempat berdomisilinya para Nabi, di antaranya Nabi Yakob, Daud, dan Sulaiman

Kegelisahan Jerman-Yahudi dan Tangisan Palestina
IST
Abdul Rani Usman, Dosen Komunikasi Internasional Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Oleh Abdul Rani Usman, Dosen Komunikasi Internasional Pascasarjana UIN Ar-Raniry

Palestina merupakan wilayah suci dan tempat berdomisilinya para Nabi, di antaranya Nabi Yakob, Daud, dan Sulaiman. Sebagai kota suci yang dianggap oleh agama samawi maka banyak perbedaan dan perebutan di antara para penghuni wilayah. Palestina menarik perhatian media setelah mengekspos kerusuhan di seputar Masjidil Aqsa oleh Israil di akhir Ramadhan tahun ini.

Wilayah ini berdekatan dengan Mesir dan Suriah sekaligus kota tersebut sebelumnya telah dikuasai bangsa Arab, Mesir, dan Persia. Pluralitas dan pertarungan budaya menjadikan Palestina kota rebutan agama samawi.

Najwa Farouk, menyanyikan lagu Maujuk Qalbi (hatiku tersakiti). Lirikan Hatiku tersakiti dan aku lelah. Tak bisa kulihat jiwaku, hatiku hancur. Dunia melupakan keadaanku, dan membuatku benci kehidupan. Najwa Farouk seorang penyanyi Moroko mengungkapkan kesedihannya melalui lagunya. Namun intinya banyak dihayati peminat musik Indonesia memaknai keadaan negerinya, Timur Tengah, dan khsusnya Palestinya, selalu dilanda konflik. Dunia melupakan masyarakat Palestina. Timur Tengah melupakan Palestina. Bangsa-bangsa besar, melindungi mereka yang membuat kedhaliman sehingga hatinya hancur.

Prof Ahmad Salabi menyebutkan tanah Palestina dihuni bangsa Kanaan 2.500 SM. Tahun 1200 SM muncullah orang dari negeri Kreat di tepi laut putih yang kemudian dinamakan bangsa Palestina. Bercampurlah orang-orang dari Kreat dan Kanaan. Dan bercampurlah darah Arab dan Smith sehingga dinamai sebutan dengan Palestina (Syalabi, 2006:4). Palestina selain sudah dihuni ribuan tahun sebelum Masehi yang di dalamnya hidup beberapa bangsa nomaden (berpindah).

Namun wilayah Palestina yang di dalamnya ada sejarah Yahudi menjadikan bangsa Palestina menerima dampak konflik yang berkepanjangan. Palestina merupakan wilayah yang subur, mempunyai sejarah panjang dan beberapa Rasul hidup dan mengembangkan ajaranya di bumi Palestina, seperti Nabi Sulaiman yang dikenal dalam sejarah Yahudi disebut dengan Solomon.

Pengaruh, ekonomi dan politik menjadi perhatian dunia, namun konsekuensi logis dari perebutan tersebut menjadi pertarungan nyawa dari orang yang menduduki di wilayah Palestina, dan mengakibatkan rakyat Palestina menjadi korban. Orang Israil adalah kehidupan mereka berpindah-pindah tempat ingin mencari penghidupan baru di semananjung padang pasir. Orang Israil sering dinisbatkan kepada kata Ibri (Hebrow) sama dengan badui. Orang Ibrani merupakan bangsa nomad yang tidak memilik budaya, berpindah-pindah sulit menyatukan diri dengan masyarakat setempat. Jadilah perasaan keterasingan secara turun temurun dari diri bangsa Yahudi yang mengakibatkan pengasingan dari orang-orang sekitarnya dan menjadikan bangsa lain sebagai musuh (Syalabi, 2006:15).

Sikap Yahudi yang hidup berpindah-pindah menjadikan mereka hidup eksklusif membangun moral dan etos mereka di manapun hidup. Kehidupan mereka menjadi perhatian bagi bangsa-bangsa besar baik di Timur Tengah, Rusia maupun di Eropa khususnya di Jerman. Fenomena Yahudi menarik bagi kelangsungan komunikasi antara etnis di Jerman sebelum perang dunia I dan II. Bangsa Eropa sebelum perang dunia memandang Yahudi sebagai etnis minoritas berbeda dan eksklusif dalam berbisnis, bergaul dan membangun komunitasnya.

Kehidupan Yahudi yang terasing membuat kebencian bagi bangsa Jerman khususnya. Mengambinghitamkan Yahudi. Kerrigan menyebutkan: Kebencian akan Yahudi bukanlah hal baru di Jerman apalagi di seluruh Eropa.

Pada era abad pertengahan, kaum Yahudi telah dipersekusi sebagai orang asing yang kafir-sebagai `Para Pembunuh Kristus' (Kerrigan, 2017:41). Persoalan ras unggul dan terhormat dibangun atas dasar ilmiah oleh para ilmuan sehingga ras Arya atau bangsa Eropa

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved