Breaking News:

Gubernur Luncurkan PAUD Berbasis HI

Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Holistik Integratif (HI) merupakan investasi

Editor: bakri
HUMAS PEMERINTAH ACEH
Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT, didampingi Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati, dan pejabat lainnya menabuh rapai sebagai tanda peluncuran PAUD Holistik Integratif di Restoran Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (28/5/2021). 

BANDA ACEH - Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, peningkatan mutu Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) berbasis Holistik Integratif (HI) merupakan investasi masa depan bagi sebuah bangsa. Sebab, menurutnya, penguatan PAUD  menjadi sebuah upaya dalam peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia khususnya di Aceh.

Hal itu disampaikan Nova saat melaunching PAUD berbasis Holistik Integratif disertai penandatanganan MoU bersama 17 mitra terkait, yang digelar secara virtual dari Restoran Meuligoe Gubernur, Jumat (28/5/2021).

Dengan diluncurkannya program tersebut, maka Aceh menjadi provinsi pertama dan satu-satunya di Indonesia pada tahun 2021 ini, yang secara resmi menghadirkan layanan PAUD terpadu dan menyeluruh atau Holistik Integratif (HI). Hal itu sebagai upaya untuk mengefektifkan pengembangan potensi anak. Seperti diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 60 Tahun Tahun 2013 tentang Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif dalam rangka memenuhi kebutuhan esensial anak yang beragam. "Saya sependapat dengan Bunda PAUD Aceh bahwa perhatian bagi pendidikan anak usia dini harus kita tingkatkan dan perlu didukung bersama, demi kemajuan pendidikan di Aceh sehingga mampu mewujudkan generasi muda Aceh yang carong, meuadab dan teuga (pintar, santun dan kuat)," kata Nova.

Gubernur menambahkan, pengembangan sistem pendidikan usia dini yang berkualitas di Indonesia khususnya Aceh sangat perlu dilakukan, agar terciptanya generasi unggul yang siap menjadi penerus pembangunan bangsa. Karena itu, sambung Nova, Pemerintah Aceh sangat mendukung dan mengeapresiasi terobosan dan inovasi yang dilakukan Bunda PAUD Aceh. Nova menyebutkan, dalam upaya pengembangan mutu PAUD, ada beberapa cacatan penting yang harus diperhatikan yaitu Bonus Demografi yang akan dihadapi Indonesia dalam kurun waktu 25 tahun mendatang. Pada masa itu jumlah penduduk usia produktif 18-50 tahun, akan melonjak tajam sebanyak mencapai 70 persen yang diperkirakan akan terjadi di tahun 2045 mendatang.

"Ini bisa membawa dampak positif dan negatif. Positifnya, beban penduduk usia produktif menanggung penduduk usia non-produktif akan lebih rendah. Tapi beban itu akan ringan kalau penduduk usia produktif mampu memanfaatkan potensi yang ada pada dirinya. Jika tidak, bencana sosial akan terjadi karena pengangguran. semakin meningkat. Belum lagi munculya berbagai persoalan psiko-sosial," ujar Nova seperti disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto SSTP MM, kepada Serambi, kemarin.

Dewasa ini, kata Nova, anak-anak cenderung akrab dengan dunia digital yang membuat mereka tumbuh menjadi generasi individualis dan anti-sosial. Kondisi dilematis tersebut juga menjadi perhatian dari PBB sehingga dalam Sustainable Development Goals (SDgs) atau program pembangunan berkelanjutan, lembaga perserikatan itu mendorong semua negara agar memberi perhatian dalam peningkatan kualitas pendidikan di semua tingkatan termasuk PAUD.

Sementara itu, Direktur PAUD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Tekhnologi (Kemedikbud Ristek), Muhammad Hasbi, menyambut baik upaya Pemerintah dan Bunda PAUD Aceh dalam menghidupkan dan mengembangkan kembali PAUD HI, dengan ini menunjukkan kerja optimal  Aceh untuk menghadirkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas sehat, cerdas, dan ceria serta berakhlak mulia.

"Kepada Bunda PAUD Aceh dan kabupaten/kota kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tinngginya dan selamat atas launching ini, hal ini menandai upaya pengembangan upaya pendidikan anak usia dini ke arah lebih baik," ujarnya.

Bunda PAUD Aceh, Dyah Erti Idawati mengatakan, PAUD Holistik Integratif adalah pola pendidikan yang menyeluruh dengan mengoptimalkan semua aspek perkembangan anak. Pola pendidikannya tidak hanya menekankan aspek pengetahuan saja, melainkan mencakup beberapa aspek, mulai dari gizi.

Pelaksanaan PAUD HI ini, kata Dyah, nantinya akan dijalankan secara simultan, sistematis, menyeluruh, terintegrasi, dan berkesinambungan di seluruh Aceh," ujar Dyah.

Program pelayanan pendidikan ini juga  mendorong para orangtua dan guru untuk saling bekerjasama untuk pemenuhan 5  hak dasar utama anak yaitu, Hak terhindar dari penyakit, Hak terpenuhi kecukupan gizi, Hak asuh, Hak bermain, serta Hak mendapatkan perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan. Pengetahuan agama, moral, bahasa, dan sosial-emosional juga mendapat perhatian khusus. Semuanya diberikan berbasis kepada keluarga, sehingga anak dapat belajar dan bermain dengan nyaman.

Dyah yang juga Ketua TP PKK Aceh itu menambahkan, peningkatan mutu pendidikan bagi generasi mudanya merupakan prioritas pembangunan di Aceh. Peningkatan mutu tersebut tidak hanya dilaksanakan pada pendidikan dasar dan menengah saja, tapi juga harus dimulai dari pendidikan usia dini. Dimana, anak pada usia di bawah enam tahun tersebut penting untuk diperhatikan, sebab, pada masa inilah anak mengalami fase perekembangan pesat yang disebut “golden age” atau masa usia emas.

Untuk itu, Dyah meminta dukungan semua pihak agar PAUD Holistik Integratif di Aceh dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga upaya mempersiapkan generasi berkualitas akan terprogram dan terencana sejak dini. "Insya Allah, PAUD Holistik Integratif ini menjadi salah satu jawaban agar kita dapat mempersiapkan generasi muda Aceh yang berdaya saing tinggi di tingkat nasional dan global," pungkas Dyah.(jal)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved