Breaking News:

Setelah Gencatan Senjata dengan Palestina, Israel Kembali Tangkap Pemimpin Jihad Islam di Tepi Gaza

Setelah resmi melakukan gencatan senjata, Israel kembali menangkap seorang pemimpin dari Jihad Islam yang berbasis di Tepi Barat Palestina.

Penulis: Syamsul Azman | Editor: Safriadi Syahbuddin
AFP Photo
Para pelayat membawa jenazah Zakaria Hamayel yang berusia 28 tahun, yang terkena peluru di dada oleh pasukan Israel selama protes terhadap perluasan pemukiman, selama pemakamannya di desa Baita, selatan Nablus, di Tepi Barat yang diduduki. , pada 28 Mei 2021. Pasukan Israel menembak mati seorang pria Palestina dalam bentrokan di Tepi Barat yang diduduki, kata kementerian kesehatan Palestina. Hamayel terkena peluru di dada di desa Beita, selatan Nablus, selama protes terhadap perluasan pemukiman Israel di tanah Palestina, kata kementerian itu. 

SERAMBINEWS.COM - Setelah resmi melakukan gencatan senjata, Israel kembali menangkap seorang pemimpin dari Jihad Islam bernama Sheikh Kheder Adnan, berbasis di Tepi Barat Palestina.

Melansir dari Anadolu Agency, Minggu (30/5/2021) penangkapan tersebut terjadi pada hari ini, sebagaimana dijelaskan oleh istri dari pemimpin Jihad Islam bernama Randa Mousa.

“Sheikh Kheder Adnan dihentikan di sebuah pos pemeriksaan militer Israel di barat laut Nablus dan ditahan,” katanya.

Sampai saat ini setelah ditangkap, keberadaan Sheikh Kheder Adnan belum diketahui.

Baca juga: Warga Palestina Meninggal Ditembak Pasukan Israel di Tepi Barat, Zakaria Hamayel Kena Peluru di Dada

Sebelumnya, Sheikh Kheder Adnan (52) yakni seorang ayah dari sembilan orang anak menghabiskan waktu selama tujuh tahun di penjara Israel.

Pada tahun 2021, Adnan melakukan mogok makan, selama 66 hari sebagai bentuk protes atas penahanan atas dirinya.

Karena aksi mogok makan sampai 66 hari tersebut, memaksa otoritas Israel untuk membebaskannya.

Sebelumnya ia juga pernah melakukan mogok makan pada tahun 2015 dan tahun 2018.

Sebelumnya Hamas dengan Jihad Islam Palestina sempat membuat konfirmasi gencatan senjata, setelah beberapa saat lakukan terjadi konflik.

"Ini adalah euforia kemenangan," kata Khalil Al-Hayya, tokoh senior Hamas, di depan kerumunan ribuan warga Palestina yang berkumpul di jalan-jalan untuk merayakannya.

Baca juga: VIDEO Sikap Warga AS Mulai Berubah, Mayoritas Mendukung Negara Palestina Merdeka

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved