Anak Autis

Disdik Aceh Siapkan 9 Terapis untuk Screening Anak Autis

Tim terapis yang sudah ditunjuk dan ditugaskan untuk melakukan screening dan penjaringan peserta didik yang mengalami ADS, akan mendatangi satu per sa

Penulis: Herianto | Editor: Ansari Hasyim
Anak-anak penderita down syndrome dan Autisme melakukan jalan kaki dari Taman Putroe Phang menuju Blangpadang, Banda Aceh, Minggu (27/3/2016). Aksi yang digelar oleh The Nanny Children Center (TNCC) itu dalam rangka memperingati hari Down Syndrome dan Autisme Sedunia. SERAMBI/BUDI FATRIA 

Laporan Herianto I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dinas Pendidikan Aceh telah menugaskan 9 terapis untuk assesment anak berkebutuhan khusus, terutama untuk kasus Autism Spectrum Disorder (ADS), pada sekolah SMA dan SMK, yang tersebar di Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

“Tim itu akan mulai melakukan screening dan penjaringan peserta didik yang mengelami ADS mulai tanggal 7-9 Juni 2021 ke seluruh sekolah SMA dan SMK di wilayah Aceh Besar dan Banda Aceh,” kata Plt Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Aceh, Muksalmina, SPd, MSi kepada Serambinews.com, Selasa (1/6) di Banda Aceh.

Tim terapis yang sudah ditunjuk dan ditugaskan untuk melakukan screening dan penjaringan peserta didik yang mengalami ADS, akan mendatangi satu per satu sekolah SMA dan SMK di dua wilayah tersebut.

Jika datatanya sudah terkumpul, kata Muksalmina, tim terapis segara melakukan terapis ke sekolah, sehingga anak tersebut bisa tetap belajar di sekolahnya masing-masing.

Seluruh Perkantoran di Wilayah Kerja Kota Banda Aceh Wajib Terapkan Protokol Kesehatan

Lontarkan Rasis dan Islamofobia, Seorang Perwira Polisi Inggris Hampir Dipecat dari Tugasnya

Untuk pelaksanaan terapi, kata Muksalmina, tim terapis, akan menggunakan ruang unit kesehatan sekolah (UKS).

Di harapkan, proses screeningnya bisa selesai satu minggu.

Selain itu, tim terapis juga akan menangani anak-anak ADS yang telah ditangani terapisnya sebelumnya oleh Dinas Pendidikan Aceh, tapi pernah terhenti, kini kembali diaktifkan lagi terapisnya ke sekolah sekolah.

Untuk sementara ini, kata Muksalmina, karena jumlah terapisnya terbatas, baru ada 9 orang dan 1 orang dokter, maka wilayah kerjanya dibatasi untuk dua daerah dulu, yaitu Aceh Besar dan Banda Aceh.

Insya Allah, lanjut Muksalmina, jika untuk dua daerah itu, pelaksanaan terapi anak ADS ke sekolah-sekolah SMA dan SMK, sudah berjalan baik, akan dilanjutkan kegiatan yang sama untuk daerah lainnya.

Ini sudah menjadi komitmen Dinas Pendidikan Aceh, untuk menyediakan layanan pendidikan yang ramah bagi anak kebutuhan khusus.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved