Breaking News:

Berita Banda Aceh

Haji Uma: Penyegelan Tempat Usaha Mematikan Perekonomian Rakyat, Seharusnya Diawali Teguran Tertulis

H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh menanggapi soal penyegelan tempat usaha di Aceh di tengah pandemi covid-19

Penulis: Muhammad Hadi | Editor: Muhammad Hadi
Dok Serambinews.com
Anggota DPD RI asal Aceh, H Sudirman alias Haji Uma. 

SERAMBINEWS.COM - H. Sudirman atau yang lebih akrab disapa Haji Uma, Anggota DPD RI asal Aceh menanggapi soal penyegelan tempat usaha di Aceh di tengah pandemi covid-19.

Haji Uma menilai penyegelan sejumlah tempat usaha kuliner oleh Satgas COVID-19 di beberapa Kabupaten/ Kota dalam Provinsi Aceh terlalu arogan dan tidak sejalan dengan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut Haji Uma, jika merujuk dari peraturan-peraturan penanganan Covid-19 yang sudah ada misalnya Instruksi Presiden Tahun 2020.

Untuk menjatuhkan sanksi terhadap pelanggar protokol kesehatan masih ada sanksi-sanksi lain yang lebih baik sebelum memberikan sanksi penyegelan tempat usaha.

Baca juga: Pemuda Aceh Alami Musibah di Jakarta, Haji Uma Bersama Warga Aceh Bantu Pemulangan

“Seharusnya sanksi yang diberikan terlebih dahulu dapat berupa teguran tertulis dengan membuat surat pernyataan.

Jika masih melanggar maka baru dilakukan penyegelan tempat usaha sehingga tidak terkesan arogan dengan menjatuhkan sanksi berat,” kata Haji Uma.

Haji Uma menambahkan penyegelan tempat usaha juga dapat mematikan ekonomi masyarakat.

Menurutnya setiap usaha kuliner mempekerjakan paling sedikit 10 orang karyawan.

Baca juga: VIDEO Segel Warkop di Banda Aceh dan Pembatasan Jam Buka, Pengelola: Omset Turun Drastis

Jika dikalikan dengan jumlah usaha kuliner yang sudah disegel di Banda Aceh saja sudah melebihi 50 tempat usaha.

Bagaimana para pemilik warung akan membayar gaji karyawannya?

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved