Breaking News:

Internasional

Israel Panggil Dubes Filipina, Terkait Dukungan Penyelidikan HAM PBB Atas Serangan ke Jalur Gaza

Pemerintah Israel memanggil Duta Besar Filipina di Tel Aviv untuk memprotes dukungan Filipina. Atas penyelidikan Dewan HAM PBB (UNHCR) atas

Editor: M Nur Pakar
AFP/Anas BABA
Kobaran api dan asap membumbung tiggi di atas gedung-gedung, seusai jet tempur Israel membombardir kawasan Jalur Gaza, Palestina pada Senin (17/5/2021) jelang pagi. 

SERAMBINEWS.COM, TEL AVIV - Pemerintah Israel memanggil Duta Besar Filipina di Tel Aviv untuk memprotes dukungan Filipina.

Atas penyelidikan Dewan HAM PBB (UNHCR) atas pelanggaran yang dilakukan Israel selama konflik terakhir di Jalur Gaza.

Dimana, seratusan serangan udara Israel meluluhlantakkan sebagian wilayah Jalur Gaza, Palestina.

Dilansir AFP, Senin (31/5/2021), Kementerian Luar Negeri Israel mengatakan Duta Besar Filipina Macairog Alberto dipanggil untuk klarifikasi.

Mengenai pemungutan suara Filipina di UNHRC pada Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Kepala Intelijen Mesir Kunjungi Jalur Gaza, Perkuat Gencatan Senjata Hamas-Israel

Dimana pembentukan komite investigasi terhadap Israel atas kejahatan perang di Jalur Gaza.

Dalam briefing virtual pada Senin (31/5/2021), Alberto mengkonfirmasi pertemuan antara Kementerian Luar Negeri Israel dan Kedutaan Besar Filipina.

Tetapi, tanpa memberikan rincian lebih lanjut tentang pembicaraan tersebut.

Ketika ditanya tentang reaksi Israel terhadap dukungan Manila untuk penyelidikan UNHRC, Alberto mengatakan Filipina bekerja untuk menjaga hubungan diplomatik yang baik dengan negara Timur Tengah.

“Kami melakukan segala yang kami bisa agar dampak pemungutan suara yang terjadi tidak akan mempengaruhi orang Filipina di sini di Israel serta hubungan kami dengan Israel,” kata Alberto.

“Yakinlah, Departemen Luar Negeri (DFA) dan kedutaan Filipina melakukan segalanya untuk menjaga hubungan baik kami dengan Israel,” tambahnya.

Pekan lalu, UNHRC memilih untuk melakukan penyelidikan independen.

Terhadap pelanggaran hukum internasional selama gelombang kekerasan terbaru di Jerusalem.

Baca juga: Menlu Israel Kunjungi Mesir, Bahas Gencatan Senjata Permanen di Jalur Gaza

Pemungutan suara dilakukan setelah bos d Dewan HAM PBB Michelle Bachelet mengutuk serangan roket tanpa pandang bulu oleh Hamas, merenggut 13 nyawa di Israel.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved