Breaking News:

Berita Banda Aceh

Prihatin! Psikolog Nurjanah: Hukuman bagi Pelaku Sodomi Anak Haruslah yang Menjerakan

Terkait hukuman yang pantas terhadap tersangka pelaku, menurut Nurjanah, haruslah yang menjerakan, yang bikin kapok.

Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Nur Nihayati
SERAMBINEWS.COM/ HARI MAHARDIKA
Psikolog Nur Janah 

Sebelumnya, sejumlah warga Kota Lhokseumawe, Minggu (30/5/2021) siang menangkap seorang pemuda yang diduga melakukan sodomi terhadap seorang anak di bawah umur (delapan tahun)

Ironisnya, tindakan bejat tersebut dia lakukan di dalam toilet dalam kompleks Islamic Center Kota Lhokseumawe.

Kasus ini terungkap ketika Am ditangkap warga saat sedang melakukan tindakan bejatnya di dalam toilet Islamic Center, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Warga terpaksa mendobrak pintu toilet, karena Am tidak mau membuka pintu saat digedor.

Pelaku dan korban ditemukan dalam kondisi telanjang.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Eko Hartanto melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arifin membenarkan adanya kejadian tersebut dan pelaku yang berhasil ditangkap sudah diserahkan ke Polres Lhokseumawe.

Dikatakannya, peristiwa itu terjadian pada Minggu (30/5/2021) sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu seorang petugas cleaning service Islamic Center, Zulfikar sedang menjalankan tugas mengepel bagian toilet.

Tiba-tiba ia mendengar ada suara rintihan kesakitan dari dalam salah satu toilet yang pintunya terkunci.

Karena curiga ada sesuatu yang janggal akhirnya Zulfikar memberitahukan kepada pihak security, yaitu Irmawansyah (42) dan Safyannus (45).

Lalu mereka kembali mendatangi toilet tersebut dan mendobrak pintu. Di dalam toilet ditemukan pelaku AM dan korban dalam kondisi telanjang bulat dalam posisi sodomi.

Saat ditanyai petugas security, pelaku mengaku sudah delapan kali melakukan sodomi terhadap korban.

Setiap kali melakukan itu, pelaku sengaja menghidupkan keran air agar suara rintihan korban tidak terdengar dari luar.

Saat itu, keluarga korban pun dipanggil untuk menemani anaknya melalui proses secara hukum.

Akhirnya, barang bukti berupa foto dan video rekaman serta celana dalam milik pelaku diamankan oleh pihak kepolisian.

Selanjutnya tersangka Am yang merupakan mantan mahasiswa, warga Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe itu diboyong ke petugas piket.

Kebetulan Pos Pelayanan Operasi Ketupat Seulawah 2021 Polres Lhokseumawe yang berada di dekat lokasi itu.

Kemudian tersangka pelaku dan korban dibawa ke Polsek Banda Sakti dan kemudian diserahkan ke Mapolres Lhokseumawe untuk ditangani oleh petugas di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA). (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved