Breaking News:

Jurnalisme Warga

Belajar tentang Wakaf dari Dusun Bengle

Saya cerita kepadanya tentang keinginan saya menghadiahkan sebuah musala untuk ibu, pada hari ulang tahun saya yang jatuh pada tanggal 4 Juli

Belajar tentang Wakaf dari Dusun Bengle
FOR SERAMBINEWS.COM
SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Karawang. Jawa Barat

OLEH SITI RAHMAH, S.H., M.Kn., Notaris/PPAT dan Agen Perubahan BPN Aceh Besar, melaporkan dari Karawang. Jawa Barat  

Reportase ini saya awali dari diskusi saya dengan teman bernama Sri Widada yang berdomisili di Klaten, Jawa Tengah. Saya cerita kepadanya tentang keinginan saya menghadiahkan sebuah musala untuk ibu, pada hari ulang tahun saya yang jatuh pada tanggal 4 Juli.

Beliau menyambut baik dan membantu mencarikan lokasi yang butuh musala untuk saya bangun. Beberapa hari kemudian beliau memberi kabar bahwa di Dusun Bengle, Desa Dewisari, Kecamatan Rengasdengklok, Kerawang, Jawa Barat, warganya sedang membutuhkan musala.

Desa Dewisari memiliki tiga dusun yaitu: Dusun Pacing, Dusun Teluk Bunder, dan Dusun Bengle. Musala yang akan dibangun terletak di Dusun Bengle. Saya kemudian dia perkenalkan kepada seorang temannya bernama Janu Kurniawan. Pak Janu ini asli dari Dusun Bengle.

Adapun Rengasdengklok merupakan salah satu tempat bersejarah dalam proses kemerdekaan RI. Peristiwa Rengasdengklok dikenal sebagai peristiwa penculikan terhadap Soekarno dan Bung Hatta pada 16 Agustus 1945. Kejadian itu menjadi peristiwa yang memiliki keterkaitan erat dengan proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Jarak dari Dusun Bengle ke ibu kota kecamatan di Rengasdengklok sekitar 30 menit. Di sinilah musala akan dibangun.

Pak Janu yang akan membantu saya dalam kerja sosial ini adalah direktur di Dompet Sejuta Harapan (DSH). Dengan Pak Janu saya berdiskusi panjang. Saya beri tahu kepadanya jumlah tabungan yang akan saya alokasikan untuk musala yang akan saya hadiahkan untuk ibu saya itu.

“Bisa tidak saya bangun musala dengan budget tersebut?” tanya saya di ujung telepon. “Kemudian, boleh tidak musala tersebut nantinya atas nama ibu saya?” tanya saya lagi. Pak Janu mengiyakan dan beliau katakan jangan khawatir dengan jumlah budget  yang saya miliki. Mereka akan membuat rancangan anggaran dan belanja (RAB) berikut gambarnya. Dia sampaikan juga bahwa masyarakat Dusun Bengle akan membangunnya secara bergotong royong asalkan bahannya sudah tersedia.

Pada 23 April 2021 Pak Janu pulang ke kampung halamannya untuk menemani ayahnya yang akan operasi katarak. Pada kesempatan pulang kampung tersebut Pak Janu juga berkomunikasi dengan Pak Karsom, pemilik tanah wakaf. Tanah wakaf itu pun diserahterimakan dari Pak Karsom kepada Pak Janu sebagai penerima wakaf (DSH). Pak Karsom merupakan sahabat Pak Janu. Beliau saat ini tinggal di Jakarta dan menjadi salah satu manajer di Hero Departemen Store.  Kariernya dibangun mulai dari cleaning service. “Orangnya punya semangat belajar yang tinggi, bukan sekadar akademik.  Dia belajar setiap proses pekerjaan, belajar pengelolaan keuangan, belajar banyak hal, sehingga hari ini dia berhasil,” ungkap Pak Janu.

Dusun Bengle ini mirip pulau yang dikelilingi sawah. Butuh waktu 10-15 menit menggunakan motor untuk bisa ke pusat desa atau ke tempat lainnya. Dusun Bengle ini dibelah oleh sungai yang memisahkan Bengle dengan sebutan ‘sabeulah wetan’ dan ‘sabeulah kulon’ (sebelah timur dan sebelah barat).

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved