Breaking News:

Berita Banda Aceh

Polisi Bekuk Empat Perampas Hp di Taman Kota Banda Aceh, Berawal Tertangkapnya Penadah

Personel opsnal Satuan Rreskrim Polresta Banda Aceh yang tergabung dalam Tim Rimueng (Tim Harimau) meringkus empat perampas Handphone

Penulis: Misran Asri | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Empat tersangka perampas Hp dan satu penadah diringkus personel Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh, Selasa (1/6/2021) dini hari. 

Berdasarkan laporan orang tua korban ke Polresta dan ditindaklanjuti oleh Tim Rimueng yang melakukan penyelidikan.

Akhirnya pada Selasa (1/6/2021) berhasil menangkap LHC (34) penadah Hp hasil kejahatan yang dilakukan oleh empat pelaku.

Tersangka LHC ditangkap di kawasan Keudah, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

“Pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap LHC, dia menyebutkan bahwa dua Hp yang ada padanya dibeli dari salah satu pelaku perampasan, seharga Rp 2 juta rupiah," kata AKP Ryan.

Baca juga: Ini Pelaku Rudapaksa Gadis Sampai Berdarah, Ayah Dengar Suara Rintihan dan Warga Temukan Obat Kuat

Setelah tersangka LHC membobol password Hp curian itu, penadah barang curian itu menjual kembali kepada masyarakat dengan harga standar serta menggunakan kotak palsu.

Pada saat ditanyakan ciri-ciri pelaku dan LHC mengaku kenal dengan keempat tersangka.

Akhirnya Tim Rimueng dipimpin Ipda Pulung Nur Hidayatullah, STrK, bergerak cepat dan berhasil meringkus satu persatu dari keempat pelaku di rumahnya masing-masing, pada Rabu (2/6/2021) dini hari.

Bersama para pelaku, Tim Rimueng Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh juga mengamankan barang bukti hasil perampasan yang dilakukan oleh pata pelaku serta alat bantu berupa dua unit sepeda motor Honda Beat.

Baca juga: Wanita Pertama Terinfeksi Covid-19 Sedang Diburu Ilmuwan, China Dapat Tekanan Asal Usul Virus Corona

“Ada dua handphone yang turut kita diamankan yakni handphone android merek Vivo Y12 dan Vivo Y30. Kaduanya milik korban Faronza,” ungkap Kasat Reskrim.

Atas perbuatannya, pelaku dan barang bukti diamankan di Polresta Banda Aceh guna proses hukum lebih lanjut.

Ini sesuai Pasal 368 ayat (I) KUHPidana dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara, pungkas Kasat Reskrim, AKP Ryan.(*)

Baca juga: Haji Uma: Penyegelan Tempat Usaha Mematikan Perekonomian Rakyat, Seharusnya Diawali Teguran Tertulis

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved