Breaking News:

Berita Subulussalam

Sedih Melihat Masjid di Perbatasan Aceh Hanya  Ada 1 Jamaah, Ustaz Ini Memilih Mengabdikan Diri

"Pernah suatu hari ketika awal saya melakukan aktivitas dakwah di Bulan Ramadhan di desa Lae Ikan, desa terakhir yang langsung berbatasan dengan...

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
Foto: ACT Aceh
Ustaz Febrian Deli Putra 

Cerita berbeda dikisahkan,  Ustaz Ansarni.

Ia adalah salah satu dai yang telah lama menetap di Desa Jontor, Kota Subulussalam.

Saat ini, ia berstatus guru/ustaz di pesantren perbatasan dan guru mengaji.

Ia mengutamakan mengajar mengaji anak-anak mualaf di rumah sendiri, dan saat ini ia juga membimbing mualaf di desa tempat dirinya tinggal.

Sudah 15 tahun Ustaz Ansarni mengajar pendidikan Islam di pesantren dan desanya, mulai dari sebelum menikah dan hingga saat ini telah dikaruniai 3 anak.

Tak ada yang dapat menyurutkan niatnya untuk terus mengabdikan diri.

“Tujuan kami adalah para dai yang tengah berjuang lebih kera,s sehingga kami berharap program berupa bantuan biaya hidup ini dapat menjadi pemantik semangat mereka dalam jalan menegakkan agama,” ujar Munandar dari Tim Program ACT Aceh.

Dengan adanya program ini, para Da'i sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi.

Pengiriman sedekah untuk mendukung dai pelosok di Aceh dapat melalui rekening Bank Aceh Syariah Bank Aceh Syariah 01001930009205, BNI Syariah 6600011008, Mandiri Syariah 7089786023, BRI Syariah 1050610469, dan Bank Permata Syariah 8040092006 atas nama Aksi Cepat Tanggap. Pastikan donasi terkonfirmasi melalui WhatsApp 082283269008 atau Instagram @act_aceh.

Sedekah juga dapat diantar langsung ke Kantor ACT Aceh di Jalan Teungku Muhammad Daud Beureueh, Gampong Keuramat, Kuta Alam, Banda Aceh. (*)

Baca juga: Resmi, Gelandang Jepang Eks Yangon United Gabung Persiraja Banda Aceh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved