Breaking News:

Real Madrid Masih Klub Paling Kaya Senilai Rp 50,6 Triliun, Disusul Barcelona dan Manchester United

Meskipun tidak memenangkan trofi pada musim ini dan menjalani musim yang mengecewakan di Spanyol, Real Madrid masih berhasil mengalahkan raksasa Eropa

Editor: Faisal Zamzami
AFP/GABRIEL BOUYS
Para pemain Real Madrid merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Spanyol setelah mengalahkan Villarreal 2-1 di Stadion Alfredo di Stefano, Valdebebas, pada Jumat (17/7/2020) dini hari WIB. Hasil ini menjadi trofi Liga Spanyol ke-34 Real Madrid dan yang ke-11 bagi Zinedine Zidane menangani Los Blancos, termasuk tiga gelar Liga Spanyol. (AFP/GABRIEL BOUYS) 

Kini, raksasa Spanyol itu memiliki pelatih Carlo Ancelotti yang telah kembali melatih Real Madrid.

Baca juga: Terkejut Ancelotti Kembali Latih Real Madrid, Presiden Barcelona: Oh ya? Dia Pelatih yang Bagus

Baca juga: Carlo Ancelotti Resmi Jadi Pelatih Real Madrid Lagi, Ini Tiga Postingannya saat Kembali ke Bernabeu

Meskipun COVID-19 telah menyebabkan hal buruk terjadi di seluruh dunia, termasuk menggerogoti keuangan, Los Blancos masih berhasil menduduki peringkat teratas sebagai klub terkaya.

Menurut KPMG, Real Madrid adalah klub sepak bola Eropa yang paling kaya.

Kantor akuntan multi-nasional memberikan penilaian keuangan sekitar $ 3,5 miliar (€ 2,9 miliar) atau Rp 50,6 Triliun.

Itu menempatkan mereka di depan saingan berat Barcelona, ​​yang bernilai $3,4 miliar (€2,8 miliar).

Manchester United berada di urutan ketiga, dengan penilaian $3,2 miliar (€2,6 miliar).

Lima besar dibulatkan oleh Bayern Munich dan Liverpool, dengan penilaian masing-masing $3,17 miliar (€2,6 miliar) dan $2,7 miliar (€2,2 miliar).

PSG adalah satu-satunya perwakilan Ligue 1, duduk di tempat kedelapan dengan penilaian $ 2,1 miliar (€ 1,7 miliar) sementara Juventus akan sangat bangga dimasukkan dalam grup elit ini, melengkapi sepuluh besar sebagai satu-satunya tim Italia dengan perkiraan nilai $1,7 miliar (€1,4 miliar).

Terlepas dari angka-angka ini, laporan yang sama menemukan bahwa tim paling elit Eropa mengalami devaluasi kolektif setidaknya $7,5 miliar (€6,1 miliar) karena COVID-19 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Dengan pembatasan yang sekarang dilonggarkan, masih harus dilihat apakah saat ini jumlah keuangan klub tahun depan akan menunjukkan tanda-tanda perbaikan atau stagnasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved