Breaking News:

Al-Farlaky Pertanyakan Kelanjutan Jalan Peureulak-Lokop-Galus

nggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Kabupaten Aceh Ti mur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali mempertanyakan

Anggota DPRA, Iskandar Al-Farlaky 

* Harus Segera Dibangun

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) dari daerah pemilihan Kabupaten Aceh Ti mur, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali mempertanyakan pembangunan ruas jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues yang masuk paket multiyears tahun 2020-2021-2022.

Hal itu disampaikan Iskandar Al-Farlaky, Kamis (3/6/2021). “Sisa waktu multiyears ini setahun lagi, kalau sempat gagal sangat merugikan masyarakat. Saya berulang kali mengingatkan jika ada masalah ditender, silakan tender ulang agar rakyat bisa merasakan manfaat otsus,” ujarnya.

Al-Farlaky menyebutkan, ruas jalan provinsi Peureulak- Lokop-Batas Gayo Lues ini merupakan urat nadi perekonomian masyarakat di sana. Bahkan selama ini ada warga Gayo Lues yang menempuh rute tersebut saat ke Langsa atau Medan. “Harus clear secepat mungkin, saya fokus mendorong ini agar secepatnya bisa dibangun,” sebut politisi muda PA ini.

Nasib ruas jalan ini, terang Iskandar, jauh berbeda dengan ruas jalan yang masuk paket multiyears lainnya. Ruas jalan lain sudah mulai dikerjakan. Sedangkan ruas jalan Peureulak-Lokop-Batas Gayo Lues dengan 3 segmen ditenggarai “bermasalah”.

“Imbasnya rakyat kami disana, maka saran saya kalau masalah diproses tender, ya tender ulang saja,” kata Iskandar mengingatkan. Iskandar Al-Farlaky mengaku sudah mengkonfi rmasi Kadis PUPR Aceh, Mawardi, sehingga didapatkan jawaban bahwa segmen 2 sudah mulai dikerjakan, sedangkan segmen 1 segera lelalng ulang, dan segmen 3 sedang dikaji biro hukum dan inpekstorat. “Saya juga sudah sampaikan, jangan sampai habis limit waktu multiyears,” pungkas Iskandar.

Sebelumnya, Iskandar Usman Al-Farlaky, juga telah menyurati Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mempertanyakan kelanjutan 3 (tiga) segmen proyek peningkatan jalan Peureulak-Lokop-batas Gayo Lues dengan total pagu anggaran setelah tender Rp 560, 4 miliar yang belum dikerjakan.

Dalam sidang pari purna DPRA, Senin (8/2/2021), Iskandar juga sem pat menanyakan hal yang sama kepada Sekda Aceh dr Taqwallah. Namun, sekda mengaku akan menjawab secara tertulis, tapi sampai kini jawaban tertulis belum diterima anggota DPRA daerah pemilihan Aceh Timur itu.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved