Breaking News:

Luar Negeri

Turki Dukung Pengadilan Kriminal Internasional Selidiki Kejahatan Perang Israel di Palestina

Pada bulan Februari lalu, ICC telah mengumumkan, bahwa mereka telah memiliki akses yurisdiksi teritorial di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusa

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Zaenal

SERAMBINEWS.COM - ISLAMABAD - Ketua parlemen Turki Mustafa Sentop kembali menegaskan, "Ankara mendukung langkah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) untuk melakukan penyelidikan dan mengadili kejahatan perang yang telah dilakukan Israel terhadap warga Palestina".

Penyataan tersebut ia ungkapkan kepada wartawan Anadolu Agency, Kamis (3/6/2021) di Kota Islamabad dalam kunjungannya ke Pakistan.

Pada bulan Februari lalu, ICC telah mengumumkan, bahwa mereka telah memiliki akses yurisdiksi teritorial di Jalur Gaza dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur.

Dan di bulan berikutnya, pengadilan kejahatan perang independen yang berbasis di Den Haag menyatakan bahwa penyelidikannya terhadap kejahatan perang Israel yang dilakukan di wilayah Palestina, "Akan dilakukan secara independen, tidak memihak dan objektif, tanpa rasa takut atau bantuan."

Langkah ini disambut baik sejumlah negara namun ditentang oleh beberapa pihak, terutama Israel dan AS.

Baca juga: VIDEO - Kisah Pilu! Sedang Melukis Bendera Turki, Bocah Gaza Meninggal Akibat Serangan Israel

Baca juga: Agen Turki Tangkap Keponakan Fethullah Gulen, Dituduh Mendanai Organisasi Teroris

"Kami mendukung keputusan ini dan semua langkah ICC yang mungkin diambil ke arah ini," katanya.

Namun ia menyayangkan sikap sejumlah negara yang tergabung dalam Organisasi Kerjasama Islam (OKI).

"Mereka tidak dapat memiliki solusi untuk masalah Palestina, meskipun tujuan utamanya adalah untuk melindungi Yerusalem dan Palestina," tambahnya lagi.

"Sayangnya, beberapa negara Muslim tetap diam atau tidak berbicara cukup keras," tegasnya.

Dia menjanjikan Turki akan terus menentang serangan Israel terhadap Palestina dan menyiapkan serangan balik diplomatik terhadap Tel Aviv.

"Insiden baru-baru ini selama Ramadhan, pertama di Yerusalem Timur dan Masjid Al-Aqsa dan kemudian di Gaza, mengganggu lebih dari 2 miliar Muslim di seluruh dunia," kata Sentop.

"Upaya diplomatik dimulai dan dilakukan secara intens. Presiden Recep Tayyip Erdogan, akan terus menyuarakan menentang terorisme negara Israel dan memastikan bahwa mereka yang bertanggung jawab diadili dan dihukum."

Baca juga: Bos Mafia Turki Kembali Berulah, Tuduh Penguasa Kirim Senjata ke Jaringan Al-Qaeda di Suriah

Baca juga: Erdogan Gulingkan Tiga Gubernur Bank Sentral, Lira Turki Jebol ke Titik Terendah

Ketua Parlemen Turki tersebut hadir di Islamabad dalam rangka mengikuti Konferensi Umum Kedua Majelis Parlemen Organisasi Kerjasama Ekonomi (PAECO).

Acara yang berlangsung dua hari tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi parlemen dari negara mayoritas Islam, antara lain Turki, Iran, Afghanistan, Azerbaijan, Kazakhstan, Kirgistan, Tajikistan, Turkmenistan, dan Uzbekistan. (Anadolu Agency)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved